BadungBeritaDaerahPemerintahan

Anom Gumanti Pimpin Rapat Paripurna DPRD Badung Bahas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi

Jbm.co.id-BADUNG | DPRD Kabupaten Badung melaksanakan Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga tahun 2025 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Badung tahun 2024 di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 8 Juli 2025.

Rapat Paripurna langsung dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti didampingi Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Wakil Ketua II Made Wijaya dan Wakil Ketua III DPRD Badung I Made Sunarta serta Anggota DPRD Kabupaten Badung.

Dari pihak eksekutif, turut hadir Bupati Badung Wayan Adi Arnawa, Forum Koordinasi  Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Badung, Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba beserta seluruh pejabat lengkap di lingkungan Pemkab Badung dan para undangan lainnya.

Foto: DPRD Kabupaten Badung melaksanakan Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga tahun 2025 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Badung tahun 2024 di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 8 Juli 2025.

Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menyatakan DPRD Badung memiliki tiga Fraksi, yaitu Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar dan Fraksi Gerindra, yang satu persatu menyampaikan Pandangan Umum (PU).

“Saya kira semua Fraksi konstruktif dan sangat baik demi penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Badung yang lebih baik lagi kedepan,” kata Anom Gumanti.

Apalagi, Anom Gumanti sudah melihat dan membaca terkait Peraturan Tata Tertib DPRD Kabupaten Badung Nomor 1 tahun 2024 di pasal 9 itu tidak menyebutkan, baik secara eksplisit maupun implisit untuk waktu masa sidang ini.

“Artinya begini, ketika pelaksanaan sidang seperti sekarang ini tidak harus 5 hari atau 4 hari, tidak menyebutkan hal itu, yang disebutkan itu adalah tahapan-tahapannya harus sudah berjalan,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, Anom Gumanti berupaya merangkum sekarang menjadi langsung hari ini, yang tergantung pada kesiapan Jawaban Pemerintah (Japem).

“Nyatanya tadi pak Bupati sudah bilang menyatakan kita lanjutkan. Jadi, yang penting proses itu sudah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Pertama, terlebih dahulu ada penjelasan dan kedua, ada tanggapan melalui Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi serta ketiga, ada tanggapan dari Bupati Badung melalui Jawaban Pemerintah (Japem), yang kemudian, keempat, barulah pengambilan keputusan sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama.

“Jadi, rasanya kami tidak salah, hari ini kami bisa selesaikan. Maksudnya, satu, efisiensi waktu, yang kedua, DPRD bersama Bupati agar jadwal-jadwal yang sudah kita efisiensi ini bisa digunakan lebih banyak untuk turun ke lapangan menyentuh konstituennya,” kata Anom Gumanti.

Selain itu, lanjutnya Bupati Badung juga biar lebih banyak bisa bertemu dengan masyarakat Badung.

Untuk itu, semua PU Fraksi-Fraksi itu karena adanya penyesuaian kalimat diksi dan dasar-dasar hukum. Terkadang, laporan itu malam harinya disetorkan ke Bappeda Kabupaten Badung.

“Karena Bappeda itu Badan Perencanaan Pembangunan. Ketika nanti ada usulan dari Fraksi supaya bisa dituangkan kedalam RKPD. Itu bukan bocor, tapi mekanisme yang harus dilalui. Jadi, setelah dari Bappeda dipastikan lapor ke pak Bupati, nanti siapa eksekutif yang ditugaskan untuk membuat Jawaban Pemerintah itu,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyatakan pihaknya mendengarkan Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pelaksanaan APBD Badung 2024.

“Secara prinsip memang saya mendengar ada beberapa masukan dan saran terkait dengan program-program kedepan di Pemerintah Kabupaten Badung ini,” kata Bupati Adi Arnawa.

Untuk itu, pihaknya dari eksekutif dengan legislatif memiliki pemahaman yang sama, terutama menyikapi program-program jangka pendek, terutama fokus ke insfrastruktur, disamping beberapa program strategis, seperti bantuan sosial, bidang kesehatan dan pendidikan.

Meski secara kuantitatif ada trend peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali, tapi dibalik itu, pihaknya harus mempersiapkan fasilitas pariwisata sehingga para wisatawan merasa nyaman dan aman, saat berada di Bali, khususnya Kabupaten Badung.

“Saya selaku Bupati Badung memberikan apresiasi atas Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Badung sesuai dengan visi misi Adi Cipta,” pungkasnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button