Adipati Kandjeng Djimat, Salah Satu Tokoh Penting Dalam Penyebaran Islam Di Pacitan. Ini Penjelasan Kang Mas Sukanto

Pacitan,JBM.co.id- Kabupaten Pacitan dikenal sebagai kota misteri yang menyimpan banyak cerita sejarah budaya Islam.
Menurut Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan,Pemuda dan Olahraga setempat, Sukanto, salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di Pacitan adalah Kandjeng Djimat, seorang bupati yang memerintah Pacitan antara tahun 1812-1826 dan dikenal sebagai penyebar agama Islam.
Makamnya berada di lingkungan tempat pemakaman umum (TPU) Giri Samphoerno, dan terletak di Desa Tanjungsari, Kecamatan Pacitan.
Makam tersebut menjadi tempat ziarah serta ritual religi bagi masyarakat setempat sejak jaman dahulu kala hingga era sekarang ini.
“Beberapa tradisi dan kebudayaan Islam yang masih dilestarikan di Pacitan sampai saat ini, seperti halnya ‘Upacara Adat Methik Pari’. Upacara ini dilakukan untuk memohon hasil panen yang melimpah dan sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta,”terang Sukanto, Rabu (13/8/2025).
Selain itu juga tarian tradisional berlatar belakang sejarah dan memiliki esensi hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, yaitu Kethek Ogleng.
Juga Jaranan Pegon, yang jamak ditampilkan dalam acara-acara tertentu dengan iringan musik gamelan.
“Kemudian juga ritual untuk meminta turunnya hujan. Tradisi ini jamak diistilahkan dengan ‘Mantu Kucing’. Juga ada larung sesaji, yaitu ritual untuk memohon keselamatan sebagai bentuk integrasi Islam dengan budaya lokal,” beber Sukanto.
Lebih lanjut, pejabat eselon IIIB ini mengatakan, Pacitan juga memiliki beberapa tempat bersejarah Islam, seperti misalnya Kampung Tujuh yang terletak di perbukitan kapur dan dianggap sebagai tempat sangat sakral oleh penduduk setempat.(




