Tokoh Pariwisata IB Ngurah Wijaya Luncurkan Dua Buku Harumkan Bali Lewat Solo Rider Lima Benua

Jbm.co.id-DENPASAR | Ida Bagus Ngurah Wijaya selaku tokoh pariwisata Bali dan Solo Rider meluncurkan dua buku berjudul “Menembus Horizon” dan “World Solo Ride: Dari Bali, Membawa Merah Putih Menjelajah Dunia” di Istana Taman Jepun, Denpasar, Jumat (9/11/2026).
Buku tersebut menjelaskan petualangan IB Ngurah Wijaya yang juga pemilik Segara Village Hotel Sanur menjelajahi 79 negara di lima benua.
Perjalanan itu membawa nama baik Bali, karena sepeda motor digunakan berpelat nomor DK sambil membawa Bendera Merah Putih.
Acara peluncuran itu semakin spesial, karena dihadiri banyak tokoh, pengusaha, dan kerabat. Semakin bermakna dengan talk show bersama tiga guru besar dari Universitas Udayana (Unud) yakni Prof. IB Wyasa Putra, Prof. Nyoman Sunartha, dan Prof. I Dewa Palguna yang juga Ketua MKMK.
Hadir pula, Mayjen TNI (Purn) Dr. I Putu Sastra Wingarta, S.IP., M.Sc., Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kesatuan Bangsa di Sabha Walaka Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, yang juga Komandan Paspampres di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia, Komisaris Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Selain itu, turut hadir tokoh pariwisata Bali sekaligus pemilik kapal Bounty Cruise I Gde Wirata, Arsitek Popo Danes yang juga penggagas The Wisnu Fondation, Tokoh Penglingsir sekaligus Pelestari Pariwisata dan Seni Budaya Tjokorda Gde Putra A.A. Sukawati (Cok Putra), Penglingsir Puri Agung Pemecutan Anak Agung Ngurah Putra Dharma Nuraga, Pengelana Global Putu Suasta yang juga Pendiri LSM Jarrak, Sugi Lanus seorang filolog, pembaca manuskrip lontar Bali dan Jawa Kuno, serta pengamat budaya terkemuka asal Bali.
Turut hadir, Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha, President Commissioner PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tantowi Yahya yang juga menjabat sebagai President United in Diversity (UID) Foundation, Ketua PHRI Badug I Gusti Agung Rai Suryawijaya, Sastrawan Warih Wisatsana, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Prof Dr Ir I Gusti Ngurah Nitya Shantiarsa MT.
Peluncuran buku tersebut diapresiasi secara daring oleh Mari Elka Pangestu yang pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia dari tahun 2011 hingga 2014 di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jero Wacik, mantan menteri Indonesia di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Ngurah Wijaya memulai petualangan dengan sepeda motor pada usia 69 tahun dan erhasil telah menjelajahi 79 negara di 5 benua dengan jarak sekitar 190.000 kilometer.
Awalnya, di Indonesia. Namun setelah itu, ia memulai perjalanan ke luar negeri di usianya telah memasuki 73 tahun. Kini pada usia 75 tahun, Ngurah Wijaya merampungkan ekspedisi dunianya yang berlangsung dalam kurun waktu sekitar 7 tahun (2019-2026).
Pada kesempatan itu, Putu Suasta bersama Sugi Lanus mengagumi komitmen dan keteguhan hati Ngurah Wijaya berani melepaskan kemelekatan berani menjelajahi dunia, lima benua dengan berkendaraan sendirian.
Negara dilewati itu, tidak semau dalam kondisi normal, tentu ada pula negara-negara yang rawan konflik.
Perjalanan solo tersebut tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan dihadapi, mulai dari ban pecah, kehabisan bahan bakar hingga gangguan di jalan.
Ngurah Wijaya bahkan mempesiapkan tiga jenis sepeda motor yang disesuaikan dengan medan, jarak tempuh dan musim yang dihadapi.
Pengaturan dan pemilihan waktu menjadi tantangan tersendiri. “Maka Ngurah Wijaya menjadi Dharma Yatra era moderen,” ungkap Sugi Lanus.
Putu Suasta juga berharap pula dapat menginspirasi anak-anak muda Bali lainnya berani keluar batas (out the box) melakukan misi dengan semangat Sanatana Dharma.
“Ini contoh melepaskan kemelekatan, perjalanan sangat idiologis. Kesiapan mental yang luar biasa. Siap menghadapi kemungkinan apapun, termasuk kematian. Dalam dharma yatra itu tentu sudah siap dan iklas meninggalkan segalanya,” tegas Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University.
Sementara itu, Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha menambahkan, keluarga besar NCPI Bali berbangga menyaksikan peluncuran buku perjalanan luar biasa dari Dewan Penasehat NCPI IB Ngurah Wijaya.
“Di usia 75 tahun, beliau telah menyelesaikan Solo Ride mengelilingi 5 Benua dengan sepeda motor yang dimulai sejak 2016. Sebuah perjalanan yang tidak hanya menguji fisik, tapi menunjukkan kecintaan yang mendalam pada pariwisata,” ujarnya.
Dia telah membawa harum nama Pariwisata Indonesia, khususnya Bali, ke mata dunia. “Beliau adalah inspirasi kami semua tentang ketulusan, ketekunan, dan pengabdian sebagai pengusaha dan organisatoris ulung yang menjaga pariwisata Bali,” imbuhnya.
Diharapkan, legacy tentang bagaimana promosi dilakukan dengan ketulusan. “Tetap sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta. Anda adalah inspirasi kami,” pungkasnya.
Reporter: Ace Wiguna+Wayan Artaya
Redaktur: Putu Wiguna




