Nusantara di Nuanu Bawa Kuliner 9 Pulau Indonesia ke Panggung Pariwisata Bali

Jbm.co.id-TABANAN | Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menghadirkan Nusantara sebagai destinasi yang mengajak wisatawan mengenal kekayaan kuliner, kopi, dan seni dari berbagai daerah Indonesia.
Berbeda dari tren kuliner yang banyak mengadopsi konsep internasional, Nusantara justru mengangkat cita rasa lokal dari sembilan pulau Indonesia. Konsep ini dirancang sebagai perjalanan kuliner dan budaya, bukan sekadar deretan restoran.
Eksplorasi tersebut dimulai dari Warung Nine Island. Tempat ini menyajikan makanan khas Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Sumba, Flores, dan Madura.
Rempah-rempah digiling langsung setiap pagi. Teknik memasak tradisional juga dipertahankan tanpa proses adaptasi yang menghilangkan karakter asli masakan daerah.
Bahan-bahan dari berbagai daerah tersebut kemudian diolah dengan pendekatan berbeda di Meja 36. Restoran fine dining ini mengusung teknik kuliner kontemporer, namun tetap mempertahankan karakter rasa asli Indonesia.
Nusantara juga menghadirkan The Mangrove Café yang menawarkan kopi single-origin dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Flores. Sajian tersebut dilengkapi kue jajanan pasar dengan cita rasa pandan, gula aren, klepon, hingga dadar gulung.
Sementara itu, pengalaman budaya hadir melalui The Gallery. Pameran pembuka bertajuk INDONESIAN VISION menampilkan 1.000 artefak suku asli Indonesia yang dikurasi oleh Pascal Morabito.
Setiap artefak dilengkapi panduan digital mengenai sejarah, teknik pembuatan, serta konteks budaya di balik karya tersebut. Sejumlah karya juga dapat dikoleksi dengan hasil penjualannya turut mendukung para seniman.
Kehadiran Nusantara dinilai relevan dengan perkembangan pariwisata Bali yang semakin ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Berdasarkan data BPS Bali, terdapat 6.948.754 kunjungan langsung wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang 2025, naik 9,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ditengah pertumbuhan tersebut, wajah kuliner Bali juga semakin banyak diwarnai konsep internasional. Mulai dari beach club bergaya Mediterania, omakase Jepang, hingga brunch ala Australia.
Nusantara menawarkan pendekatan berbeda dengan menjadikan kekayaan kuliner dari berbagai daerah Indonesia sebagai daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke Bali.
“Bali adalah pintu gerbang Indonesia, dan kami ingin Nuanu membuka pintu tersebut lebih lebar,” kata Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.
“Para tamu kami telah jatuh cinta pada budaya Bali- Nusantara merupakan undangan bagi mereka untuk mencintai kekayaan kepulauan Indonesia lainnya: kulinernya, karya seninya, dan keberagaman daerahnya. Berangkat dari tradisi, dengan tujuan menghadirkan penemuan baru.Visi kami adalah menjadikan Nusantara sebagai rumah bagi perwakilan budaya dari berbagai daerah lain di Indonesia, karena rasa ingin tahu adalah langkah awal ketertarikan, dan itulah rahasia dari sebuah pengalaman yang berkesan,” terangnya.
Pemilik Nusantara James Ephraim mengatakan, proses menghadirkan cita rasa dari berbagai daerah dilakukan dengan mendatangi langsung para produsen dan pelaku kuliner di daerah asal. “Kami datang langsung ke para produsennya. Semuanya,” kata James Ephraim, Pemilik Nusantara.
“Selama beberapa bulan menjelajahi sembilan pulau, duduk bersama nelayan, pemasok bahan pangan lokal, dan para juru masak yang telah membuat racikan bumbu yang sama selama empat puluh tahun. Proses seperti itu tidak bisa dipersingkat dan tidak bisa dibeli begitu saja. Tolok ukurnya sederhana: jika seorang nenek dari Padang mencicipi rendang kami dan langsung mengenalinya, berarti kami telah melakukan pekerjaan dengan benar,” tambahnya.
Selain menawarkan pengalaman kuliner dan budaya, Nusantara menjadi bagian dari komitmen sosial Nuanu melalui Nuanu Social Fund (NSF). Sebagian pendapatan dialokasikan untuk mendukung berbagai inisiatif yang berkaitan dengan budaya, alam, dan masyarakat Bali.
Kehadiran Nusantara sekaligus memperluas program Nuanu Creative City yang sebelumnya berkembang di bidang pendidikan, seni, wellness, dan pengembangan berbasis alam di kawasan seluas 44 hektar di Tabanan.
Empat Ruang Utama Nusantara
Warung Nine Islands menyajikan kuliner daerah Indonesia sepanjang hari dengan kapasitas 70 orang. Tempat ini buka pukul 12.00–22.00 WITA dengan harga hidangan utama mulai Rp120.000. Pertunjukan musik digelar setiap hari pukul 18.00 WITA.
Meja 36 menawarkan pengalaman fine dining dengan konsep kuliner Indonesia kontemporer. Restoran berkapasitas 50 orang ini buka pukul 12.00-22.00 WITA dengan tasting menu Rp499.000 per layanan.
The Mangrove Café menyajikan kopi single-origin dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Flores, serta aneka jajanan pasar Indonesia. Jam operasionalnya pukul 12.00-22.00 WITA.
The Gallery menjadi ruang seni dengan pameran INDONESIAN VISION yang menampilkan 1.000 artefak suku asli Indonesia. Karya yang tersedia untuk dikoleksi memiliki harga mulai Rp500.000 hingga Rp625.000.000. Galeri buka pukul 12.00–22.00 WITA. (ace).




