Ari Dwipayana Raih Prajaniti Dharmaraja Award 2026 Tegaskan Kebudayaan Pondasi Strategis Bangun Indonesia Berkarakter

Jbm.co.id-DENPASAR | Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana meraih Prajaniti Dharmaraja Award 2026 dalam acara yang digelar di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Sabtu, 11 Juli 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa, negara, serta umat Hindu.
Ari Dwipayana yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, dosen Universitas Gadjah Mada, serta pernah menjadi Staf Khusus Presiden Joko Widodo periode 2015–2024, menjadi salah satu tokoh yang menerima penghargaan bergengsi tersebut.
Selain Ari Dwipayana, Prajaniti Dharmaraja Award 2026 juga diberikan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Basuki Hadimuljono, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, dan Pandita Kumari atas kontribusi mereka dalam pengabdian kepada bangsa, negara, dan umat.
Usai menerima penghargaan, Ari Dwipayana menyampaikan rasa syukur sekaligus mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Prajaniti Hindu Indonesia atas penghargaan yang diterimanya.
“Sejak awal saya meyakini bahwa Dharma Agama dan Dharma Negara tidaklah terpisahkan, melainkan saling menopang. Pengabdian kepada bangsa dan negara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian kepada umat dan agama. Karena itu, baik dalam dunia akademik di Universitas Gadjah Mada, dalam pemerintahan saat mengemban amanah sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, maupun melalui pelestarian kebudayaan di Yayasan Puri Kauhan Ubud, saya selalu berupaya menghadirkan nilai-nilai luhur yang diwarisi Ida Bethara Kawitan dalam tindakan nyata,” kata Ari Dwipayana.
Menurutnya, kebudayaan memiliki peran penting sebagai pondasi dalam membangun masa depan Indonesia. Ia menilai kebudayaan tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga modal strategis untuk membentuk bangsa yang berkarakter, beradab, dan maju.
Ari Dwipayana juga menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya bukan menjadi akhir dari perjalanan pengabdian. Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi pengingat untuk terus bekerja bersama menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi umat Hindu.
“Tantangan umat Hindu ke depan menuntut kita untuk memperkuat sradha dan bhakti, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberdayakan ekonomi umat, serta menanamkan nilai-nilai Hindu kepada generasi muda dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman,” paparnya.
Ari Dwipayana berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus berkarya, mengabdi dan menjalin kolaborasi demi kemajuan umat Hindu, bangsa Indonesia, dan kemanusiaan. Terima kasih kepada Prajaniti Hindu Indonesia atas kehormatan yang sangat berarti ini,” kata Ari Dwipayana.
Oleh karena itu, Ari Dwipayana berharap Prajaniti Dharmaraja Award 2026 menjadi inspirasi bagi lebih banyak tokoh untuk terus mengamalkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Dengan demikian, pembangunan Indonesia dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai luhur budaya dan spiritualitas yang menjadi identitas bangsa,” pungkasnya. (ace).




