Bulan Bung Karno 2026 di Bali Angkat Tema “Satyam Eva Jayate” Teguhkan Semangat Nasionalisme

Jbm.co.id-DENPASAR | DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali kembali menggelar rangkaian Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat semangat nasionalisme dan membumikan ajaran Sang Proklamator ditengah perkembangan zaman modern.
Mengusung tema “Satyam Eva Jayate” artinya Pada Akhirnya Kebenaran yang Akan Menang”, Perayaan Bulan Bung Karno 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum ideologis untuk menghidupkan kembali pemikiran dan keteladanan Ir. Soekarno kepada generasi muda.
Bagi PDI Perjuangan Bali, Bulan Bung Karno memiliki makna penting karena Juni menjadi bulan bersejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan Bung Karno dan bangsa Indonesia.
Momentum tersebut meliputi lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901, serta wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni 1970.
DPD PDI Perjuangan Bali menilai Bung Karno bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga sumber inspirasi kebangsaan yang pemikiran dan perjuangannya tetap relevan hingga saat ini. Nilai nasionalisme, gotong royong, kemandirian bangsa, hingga keberpihakan kepada rakyat kecil dinilai harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.
Tema “Satyam Eva Jayate” dipilih sebagai refleksi keyakinan Bung Karno terhadap kemenangan nilai-nilai kebenaran, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Tema tersebut juga menjadi pesan moral agar bangsa Indonesia tetap berpijak pada nilai Pancasila dan semangat persatuan di tengah tantangan globalisasi serta polarisasi sosial.
Dalam rangkaian Bulan Bung Karno 2026, DPD PDI Perjuangan Bali akan menghadirkan pertunjukan kolosal bertema perjalanan hidup Bung Karno di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Pertunjukan tersebut dirancang menjadi salah satu panggung kebudayaan besar yang memadukan drama teater historis, tari kolosal, musik, multimedia, dan tata cahaya teatrikal.
Kisah yang diangkat tidak hanya menggambarkan Bung Karno sebagai “Putra Sang Fajar”, tetapi juga menghadirkan kembali momen lahirnya Pancasila, perjuangan kemerdekaan, hingga refleksi wafatnya Sang Proklamator.
Melibatkan kolaborasi lintas seniman Bali, pertunjukan ini juga disiapkan sebagai media edukasi sejarah yang lebih dekat dengan generasi muda melalui pendekatan seni dan budaya modern yang emosional dan komunikatif.
Selain pertunjukan seni, DPD PDI Perjuangan Bali juga menghadirkan inovasi kreatif berupa Special Photobox “Bulan Bung Karno” dengan konsep vintage bernuansa anyaman bambu dan visual foto-foto historis Bung Karno.
Photobox tersebut dihadirkan sebagai strategi kreatif untuk mendekatkan sosok Bung Karno kepada generasi muda melalui budaya visual dan media sosial. Masyarakat tidak hanya diajak mengabadikan momen, tetapi juga mengenal perjalanan sejarah Bung Karno melalui berbagai visual perjuangan yang ditampilkan.
Template foto bertema Bung Karno juga diharapkan dapat tersebar luas di media sosial sebagai bagian dari gerakan kreatif untuk menyebarluaskan semangat nasionalisme di ruang digital.
DPD PDI Perjuangan Bali menegaskan bahwa Bulan Bung Karno harus menjadi ruang refleksi kolektif untuk menghidupkan kembali ajaran Bung Karno tentang pentingnya persatuan, keberanian melawan ketidakadilan, serta pengabdian kepada rakyat kecil.
Melalui perayaan ini, seluruh elemen masyarakat diajak menjadikan keteladanan Bung Karno sebagai inspirasi dalam membangun Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana cita-cita besar Sang Proklamator. (ace).




