Hantavirus Mengintai. Ancaman Baru dari Tikus yang Perlu Diwaspadai
"Hantavirus merupakan ancaman nyata yang perlu diwaspadai masyarakat, khususnya mereka yang memiliki risiko tinggi terpapar lingkungan kotor yang menjadi sarang tikus"

Pacitan,JBM.co.id- Pacitan kembali dihadapkan pada ancaman penyakit yang berasal dari hewan pengerat. Jika selama ini masyarakat lebih mengenal leptospirosis sebagai penyakit akibat tikus, kini bahaya lain turut mengintai: Hantavirus. Penyakit ini mulai menjadi perhatian serius karena dapat menyerang sistem pernapasan dan membahayakan keselamatan jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menegaskan bahwa Hantavirus merupakan ancaman nyata yang perlu diwaspadai masyarakat, khususnya mereka yang memiliki risiko tinggi terpapar lingkungan kotor yang menjadi sarang tikus.
Virus ini menyebar melalui urine, air liur, maupun kotoran tikus yang mengering lalu bercampur dengan udara. Ketika debu terhirup manusia, virus dapat masuk ke dalam tubuh dan memicu infeksi serius. Karena itu, para petani, pekerja gudang, buruh bangunan, hingga warga yang membersihkan rumah kosong atau tempat lembap menjadi kelompok paling rentan terpapar.
Berbeda dengan penyakit biasa, Hantavirus kerap diawali gejala ringan seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh lemas. Namun dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang cepat menjadi gangguan paru-paru berat yang menyebabkan sesak napas hingga gagal pernapasan.
Di tengah aktivitas masyarakat yang dekat dengan area persawahan dan gudang penyimpanan hasil panen, kewaspadaan menjadi langkah utama. Lingkungan yang lembap, tumpukan barang tak terawat, serta sanitasi buruk menjadi tempat ideal bagi tikus berkembang biak.
Dinas kesehatan mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, menggunakan masker saat membersihkan area berdebu, serta menghindari kontak langsung dengan kotoran hewan pengerat. “Masyarakat kami harap segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai sesak napas setelah beraktivitas di area rawan tikus,”ujar Daru, Ahad (10/5/2026).
Munculnya ancaman Hantavirus menjadi pengingat bahwa kesehatan lingkungan memiliki hubungan erat dengan keselamatan manusia. Ancaman kecil yang bersembunyi di balik tikus dapat berubah menjadi bencana kesehatan apabila diabaikan. “Kesadaran menjaga kebersihan dan kewaspadaan dini menjadi benteng utama melindungi masyarakat dari penyakit mematikan ini,” tukas dr. Daru.(Red/yun).




