BeritaDaerahEkonomiGaya HidupNasionalSosial

Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi, Harga Mobil Diesel Mewah di Pacitan Terjun Bebas

"Lonjakan harga yang mencapai hingga 66 persen itu membuat minat masyarakat terhadap kendaraan diesel, terutama kelas premium, kian merosot"

Pacitan,JBM.co.id-Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, khususnya jenis Dexlite dan Pertamina Dex, membawa dampak signifikan terhadap geliat pasar otomotif di Pacitan. Lonjakan harga yang mencapai hingga 66 persen itu membuat minat masyarakat terhadap kendaraan diesel, terutama kelas premium, kian merosot.

Andre, seorang pelaku usaha jual-beli mobil bekas di Pacitan, mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini cenderung lesu, terutama untuk kendaraan sport utility vehicle (SUV) keluaran terbaru. Mobil-mobil seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner produksi di atas tahun 2022 mengalami penurunan harga yang cukup drastis.

“Penurunannya bisa sampai 30 persen dibandingkan sebelumnya. Penyebab utamanya jelas karena kenaikan harga BBM yang cukup tinggi dan mendadak,” ujar Andre, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, konsumen kini lebih berhati-hati dalam memilih kendaraan, terutama yang membutuhkan bahan bakar dengan harga tinggi. Hal ini membuat mobil diesel keluaran terbaru kehilangan daya tarik di pasar mobil bekas.

Berbeda dengan model keluaran lama, seperti tahun 2019, yang dinilai masih relatif stabil. Kendaraan tersebut dinilai masih kompatibel menggunakan Bio Solar, sehingga biaya operasionalnya lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau yang keluaran terbaru, harga bekasnya benar-benar jatuh. Tapi yang tahun 2019 masih aman karena bisa pakai Bio Solar,” tambahnya.

Di tengah kondisi tersebut, Andre menyarankan agar pelaku pasar maupun konsumen mulai melirik kendaraan berbahan bakar bensin dengan kapasitas mesin kecil, seperti segmen Low Cost Green Car (LCGC). Selain lebih hemat bahan bakar, kendaraan jenis ini juga masih dapat menggunakan Pertalite yang harganya relatif lebih ramah di kantong.

Perubahan tren ini menjadi gambaran nyata bagaimana kebijakan energi dapat berdampak langsung pada sektor lain, termasuk industri otomotif. Di Pacitan, pasar pun kini beradaptasi, mencari celah di tengah tekanan kenaikan biaya hidup yang kian terasa.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button