Kunjungan Gubernur Jatim Bakal “Guncang” Pacitan, Kaka Slank Siap Suarakan Isu Lingkungan
"Agenda ini tidak hanya seremonial. Ada peresmian, pemberian penghargaan, pameran UMKM hingga penguatan komitmen pelestarian mangrove"

Pacitan,JBM.co.id-Menjelang penghujung tahun 2025, Kabupaten Pacitan bersiap menjadi pusat perhatian nasional. Bukan sekadar agenda seremonial, tetapi deretan kegiatan strategis yang melibatkan dua figur besar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan rocker pegiat lingkungan, Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kunjungan kerja Gubernur ke Pacitan telah dimatangkan melalui rapat koordinasi Pemkab–Pemprov pada 17 Desember. Khofifah dijadwalkan hadir pada Senin, 22 Desember 2025, dengan sejumlah agenda besar di tiga titik lokasi yang sudah disterilkan.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pacitan, Lutfi Azza Azizah menegaskan, kehadiran Gubernur tidak sekadar formalitas akhir tahun. Ada pesan besar terkait pembangunan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
“Agenda ini tidak hanya seremonial. Ada peresmian, pemberian penghargaan, pameran UMKM hingga penguatan komitmen pelestarian mangrove,” tegas Lutfi, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jumat (19/12/2025).
Agenda dimulai di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo. Sejumlah tamu penting dijadwalkan hadir dalam prosesi pembukaan festival, fashion show, serta peluncuran stand pameran di alun-alun.
Yang paling dinanti publik adalah perjalanan Gubernur menggunakan motor listrik menuju kawasan mangrove park Watu Mejo, Dusun Kiteran, Desa Kembang. Pesan keberlanjutan dan energi ramah lingkungan sengaja disimbolkan melalui aksi tersebut.
Puncaknya, Khofifah akan melakukan penanaman mangrove secara simbolis, sekaligus membuka Festival Mangrove ke-9 dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Jawa Timur.
Dan yang membuat agenda ini kian berkelas, yaitu tampilnya Kaka Slank yang hadir khusus untuk menyuarakan kampanye penyelamatan pesisir.
Penampilannya diprediksi menjadi magnet publik sekaligus pengingat ancaman kerusakan ekosistem pantai.
“Rangkaian agenda padat dan sentuhan isu lingkungan yang strategis, kunjungan Gubernur nanti, akan menjadi momentum penting Pacitan memasuki tahun 2026 yang mempertegas posisi daerah sebagai salah satu titik gerakan konservasi pesisir di Jawa Timur,” tandas pejabat alumni Sekolah Tinggi Kepamongprajaan ini.(Red/yun).



