Wayan Sandra Apresiasi Program Transmigrasi Dinilai Berpeluang Besar Sejahterakan Krama Bali

Jbm.co.id-BADUNG | Program transmigrasi yang kembali digulirkan Pemerintah Pusat ternyata mendapat respons positif dari Anggota Komisi III DPRD Badung, Wayan Sandra.
Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak mengancam pelestarian adat dan budaya Bali, bahkan dinilai mampu menjadi jalan baru untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Bukan mengancam pelestarian adat dan budaya Bali, program transmigrasi justru mampu mengangkat harkat ekonomi krama Bali yang mengikuti program tersebut,” kata politisi PDI Perjuangan dari Dapil Kuta Utara itu, saat dikonfirmasi awwk media di Kabupaten Badung, Jumat, 5 Desember 2025.
Menurutnya, kondisi petani di Bali saat ini sebagian besar hanya menggarap lahan dibawah 30 are. Dengan panen yang hanya terjadi tiga bulan sekali, pendapatan yang diperoleh dinilai sangat kecil dan tidak cukup untuk menopang kebutuhan keluarga secara layak.
Wayan Sandra menjelaskan, pemerintah memberikan fasilitas melalui program transmigrasi berupa lahan siap tanam maupun yang perlu diolah, rumah bagi peserta, hingga bantuan biaya hidup sebelum mampu mandiri.
Dengan luas lahan mencapai dua hektar, ia meyakini warga Bali perantau dapat menjadi lebih sejahtera karena dikenal ulet dan tekun dalam bekerja, terutama di sektor pertanian.
Wayan Sandra menyampaikan contoh nyata kesuksesan sejumlah kerabatnya dari Canggu yang bertransmigrasi ke Luwuk, Sulawesi Selatan. Selain berhasil di sektor pertanian, sebagian lainnya bahkan berkembang menjadi saudagar, pengelola transportasi, hingga penyedia jasa pertanian seperti traktor.
“Dengan upaya seperti ini, krama Bali di lokasi transmigrasi dipastikan bisa sejahtera,” tegasnya.
Terkait kekhawatiran transmigrasi akan mengancam keberlangsungan adat dan budaya Bali, Sandra menampiknya. Ia menilai, adat justru berpotensi berkembang di wilayah baru sembari tetap lestari di tanah kelahiran.
“Hal ini karena krama Bali yang di Bali tetap mengajegkan adat dan budaya Bali tersebut,” paparnya.
Wayan Sandra juga menyinggung program Nyoman dan Ketut yang tengah digagas Pemprov Bali sebagai langkah mempertahankan populasi masyarakat Bali dan menjaga keberlanjutan tradisi serta adat keturunan. (red).




