Merajut Kepercayaan dari Sudimoro: Langkah Humanis Camat Nasrul Hidayat
"Pepatah mengajarkan, tak kenal maka tak sayang. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, mendengar, memahami, dan melayani dengan sepenuh hati"

Pacitan,JBM.co.id-Amanah kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk hadir dan melayani. Spirit inilah yang mengiringi langkah Nasrul Hidayat usai dilantik sebagai Camat Sudimoro, Kamis (15/1/2026), di Pendopo Mas Tumenggung Djogokardjo.
Sebagai aparatur sipil negara alumni Sekolah Tinggi Kepamongprajaan, Nasrul telah lama ditempa dalam dinamika birokrasi dan pelayanan publik. Beragam pengalaman di kewilayahan, termasuk pernah mengemban tugas sebagai ajudan bupati, membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh namun tetap membumi.
Kini, kepercayaan besar diberikan oleh Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, untuk memimpin Kecamatan Sudimoro. Ia menggantikan M. Taufik Effendi, sosok senior yang telah menorehkan pengabdian dan kini melanjutkan tugas di Kecamatan Ngadirojo.
Di awal masa pengabdiannya, Nasrul menegaskan bahwa prioritas utama bukanlah program besar yang berjarak, melainkan membangun kedekatan dengan masyarakat. Baginya, kepemimpinan yang kuat berangkat dari saling mengenal dan saling memahami.
“Pepatah mengajarkan, tak kenal maka tak sayang. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, mendengar, memahami, dan melayani dengan sepenuh hati,” tutur Nasrul, Jumat (16/1/2026).
Ia juga menanamkan nilai luhur mikul dhuwur mendhem jero sebagai landasan dalam melanjutkan estafet kepemimpinan. Setiap jasa dan pengabdian pemimpin sebelumnya, menurutnya, adalah warisan moral yang patut dijunjung tinggi dan dilanjutkan dengan penuh tanggung jawab.
Tak kalah penting, Nasrul menekankan penguatan sinergi lintas sektor, mulai dari jajaran internal kecamatan, pemerintah desa, Forkopimca, hingga elemen strategis masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci agar program-program strategis daerah tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Tujuan akhirnya sederhana, namun bermakna: masyarakat bisa hidup bahagia dan sejahtera. Itulah esensi dari kehadiran negara di tingkat paling dekat dengan rakyat,” tegasnya.
Melalui pendekatan yang smart dan humanis, Nasrul Hidayat berharap Kecamatan Sudimoro dapat tumbuh sebagai ruang pengabdian yang menghadirkan pelayanan publik berlandaskan nilai, keteladanan, dan kemanusiaan.(Red/yun).




