Meniti Jejak Langit Isra Mi’raj, Membangun Akhlak Generasi Pacitan. Begini Pesan Kadindik Khemal Pandu
"Perjalanan spiritual Kanjeng Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi spirit bagi anak-anak kita. Tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari"

Pacitan,JBM.co.id-Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa monumental dalam sejarah Islam, melainkan perjalanan spiritual agung yang sarat makna. Dari peristiwa itulah, Rasulullah Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT, sebuah amanah ilahiah yang menjadi penopang kehidupan umat hingga kini.
Nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Isra Mi’raj inilah yang dinilai relevan untuk terus dihidupkan dalam dunia pendidikan, khususnya bagi generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menegaskan bahwa Isra Mi’raj harus dimaknai sebagai sumber inspirasi dalam membentuk karakter peserta didik di tengah derasnya arus zaman.
“Perjalanan spiritual Kanjeng Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi spirit bagi anak-anak kita. Tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Khemal, Jumat (16/1/2026).
Ia menuturkan, pendidikan sejatinya bukan hanya tentang angka dan prestasi di atas kertas, melainkan proses menumbuhkan nilai-nilai luhur yang berakar pada keteladanan. Akhlak Nabi Muhammad SAW, menurutnya, adalah teladan abadi yang melampaui ruang dan waktu.
Momentum peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah ini juga sejalan dengan arah kebijakan Dinas Pendidikan Pacitan, yakni penguatan integrasi pendidikan madrasah diniyah dengan pendidikan formal. Sinergi tersebut diharapkan mampu menanamkan fondasi keimanan dan akhlak mulia sejak dini.
“Akhlak Rasulullah adalah cahaya yang tak pernah redup. Seluas langit dan tanpa tepi untuk dijadikan panutan oleh seluruh siswa didik yang memeluk agama Islam,” jelasnya dengan penuh harap.
Melalui peringatan Isra Mi’raj, Dinas Pendidikan Pacitan berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam spiritualitas dan santun dalam perilaku, generasi yang mampu meniti jejak langit, lalu membumikan nilai-nilai kebaikan di bumi Pacitan.(Red/yun).




