Makna Tersirat Dari Rawat Jagat dan Alun-Alun Pacitan Sebagai Lokasi Ritual, Menurut Kadis Pariwisata Munirul
"Prosesi Rawat Jagat merupakan momen sakral yang sarat makna, sebagai wujud nyata karya budaya khas Pacitan untuk menciptakan ketenangan dan kedamaian alam"

Pacitan,JBM.co.id- Prosesi Rawat Jagat merupakan momen sakral sebagai manifestasi semua karya budaya khas Pacitan, untuk menciptakan ketenangan dan kedamaian alam.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga setempat, Munirul Ichwan mengatakan, Prosesi Rawat Jagat merupakan momen sakral yang sarat makna, sebagai wujud nyata karya budaya khas Pacitan untuk menciptakan ketenangan dan kedamaian alam.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki makna spiritualitas dan harmonisasi antara alam dan kehidupan semesta. “Sebuah upaya mulia untuk menjaga keseimbangan dan harmoni,” ujar Munirul, Sabtu (22/11/2025).
Pejabat yang kenyang bertugas di wilayah ini menegaskan, pemusatan prosesi Rawat Jagat di alun-alun memiliki makna batin yang mendalam.
Yaitu, agar kegiatan tersebut dapat membawa dampak positif yang luas dan menyeluruh bagi masyarakat Pacitan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membawa keselamatan dan perlindungan bagi Pacitan dari berbagai ancaman, termasuk bencana alam. Inilah sebuah upaya spiritual untuk menjaga harmoni dan keseimbangan.
“Rawat Jagat dapat menjadi ikon budaya lokal yang unik dan membanggakan bagi Pacitan. Dengan melestarikan dan mengembangkan tradisi ini, masyarakat dapat menunjukkan identitas dan kebanggaan budaya mereka kepada dunia. Icon budaya seperti ini dapat menjadi simbol kekuatan dan kesatuan,”tukas mantan Kepala Bakesbangpol ini.(Red/yun)



