BeritaDaerahEkonomiGaya HidupSosial

Harga Emas Melambung, Warga Pacitan Berbondong Jual Perhiasan

"Transaksi jual jauh lebih banyak dibanding beli. Kebanyakan konsumen datang untuk menjual atau menukar emas ukuran besar dengan yang lebih kecil"

Pacitan,JBM.co.id-Kilau emas yang kian mahal justru memudar di etalase toko-toko perhiasan di Pacitan. Memasuki awal tahun 2026, daya beli masyarakat terhadap emas perhiasan terpantau melemah, seiring melonjaknya harga logam mulia yang kini berada di level tertinggi.

Kondisi tersebut tergambar jelas di salah satu toko emas legendaris di sepanjang Jalan PB Jenderal Soedirman, Kota Pacitan. Sejak menjelang tutup tahun hingga Selasa (6/1/2026), arus transaksi didominasi penjualan emas oleh warga, bukan pembelian.

“Transaksi jual jauh lebih banyak dibanding beli. Kebanyakan konsumen datang untuk menjual atau menukar emas ukuran besar dengan yang lebih kecil,” ujar Ani, salah seorang pramuniaga toko emas tersebut.

Menurutnya, lonjakan harga emas membuat masyarakat lebih berhitung dalam bertransaksi. Tak sedikit pelanggan memilih melakukan barter perhiasan agar memperoleh uang kembalian guna memenuhi kebutuhan lain.

Saat ini, harga emas perhiasan kadar 24 karat dipatok Rp 2.425.000 per gram, naik dari sebelumnya Rp 2.400.000. Sementara untuk emas kadar 17 karat, harganya mencapai Rp 1.930.000 per gram, dari sebelumnya Rp 1.875.000. Sedangkan emas kadar 8 hingga 9 karat berada di kisaran Rp 1 jutaan lebih per gram.

“Karena harganya naik terus, banyak yang merasa ini waktu yang pas untuk menjual,” tambah Ani.

Pantauan di lokasi, suasana toko emas yang telah berdiri sejak era 1970-an itu tampak lengang. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, tempat tersebut nyaris tak pernah sepi dari pengunjung, terlebih di awal tahun.

Seorang pelayan toko lainnya menilai, meningkatnya transaksi jual emas mencerminkan tekanan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.

“Banyak orang butuh uang. Akhirnya perhiasan dijual. Untungnya mereka yang beli emas dulu masih dapat untung karena belinya waktu harga masih rendah,” ujarnya.

Fenomena ini menjadi potret nyata perubahan perilaku ekonomi warga Pacitan. Di tengah melambungnya harga emas, perhiasan tak lagi sekadar simbol simpanan masa depan, tetapi telah berubah menjadi bantalan ekonomi untuk bertahan di awal tahun yang penuh tantangan.(Red/yun)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button