BeritaDaerahPariwisataSeni Budaya

Festival Budaya Dongkrak Kunjungan Wisatawan Asing di Ulun Danu Beratan Tembus 1.500 Orang per Hari

Jbm.co.id-TABANAN | Upaya menghadirkan seni dan budaya sebagai magnet pariwisata terbukti menjadi langkah efektif bagi Pengelola Objek Wisata Ulun Danu Beratan, Kabupaten Tabanan.

Sejak digelarnya festival budaya selama sebulan terakhir, angka kunjungan wisatawan mancanegara melonjak signifikan hingga menembus 1.500 orang per hari.

Kepala Humas Objek Wisata Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata mengungkapkan, bahwa sebelum adanya kegiatan budaya, rata-rata kunjungan wisatawan asing berada pada angka 700 orang per hari. Namun, setelah festival berlangsung, jumlahnya meningkat dua kali lipat.

“Dari hasil pelaksanaan budaya yang kita lakukan dalam satu bulan ini, hasilnya sangat positif. Kunjungan khusus wisatawan asing bertambah, tidak hanya di Ulun Danu Beratan tapi juga di The Blooms Garden,” kata Made Sukarata, Senin, 11 Agustus 2025.

Foto: Parade Gebogan.

Di The Blooms Garden, pertumbuhan jumlah wisatawan juga terasa. Sebelumnya, hanya menerima sekitar 50 wisatawan asing per hari, kini jumlahnya naik menjadi 100 orang per hari.

Made Sukarata menambahkan, keberhasilan ini menjadi dorongan bagi manajemen untuk kembali menggelar agenda serupa pada Desember 2025 mendatang.

Kali ini, kegiatan akan melibatkan masing-masing Desa Adat untuk menampilkan tarian ikonik yang berkaitan dengan Ulun Danu, seperti Tarian Rejang Cani Emas.

“Tarian ini punya keterkaitan erat dengan Pura Ulun Danu Beratan dan Candi Emas. Nantinya, masing-masing desa adat wajib menyiapkan penampilan tersebut untuk tampil di acara Desember,” paparnya.

Pihak Pengelola juga berencana melakukan evaluasi rutin setiap akhir pelaksanaan, guna merancang terobosan kreatif di bidang seni budaya.

Untuk itu, Made Sukarata berharap, pentas budaya di Ulun Danu Beratan ke depan bisa lebih variatif, melibatkan kreativitas lebih banyak pihak, termasuk PKK dan komunitas seni desa.

Hasil survei terhadap wisatawan menunjukkan respons yang sangat positif. Banyak wisatawan mengaku senang dapat menyaksikan Parade Gebogan, tarian Bali hingga pertunjukan dokumenter sejarah Bali secara langsung. Tak jarang, mereka menanyakan apakah pertunjukan ini digelar setiap hari.

“Kami jelaskan, Festival Budaya ini dilaksanakan setiap tahun pada Juli-Agustus, sedangkan Desember khusus menampilkan tarian-tarian,” kata Sukarata.

Bahkan, sebagian wisatawan merencanakan untuk kembali berkunjung di periode tersebut agar dapat menyaksikan pertunjukan seni dan budaya Bali secara lengkap.

Saat ini, wisatawan asing yang berkunjung didominasi oleh turis Eropa, berbeda dengan bulan Juni lalu yang banyak diisi wisatawan dari India.

“Dengan strategi menggabungkan keindahan alam, warisan budaya, dan kreativitas seni, Ulun Danu Beratan semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu destinasi ikonik Tabanan yang mampu menarik minat wisatawan dunia,” pungkasnya. (kyn).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button