Pemkab Pacitan Gandeng ISI Yogyakarta Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan SDM
"Sinergi dengan ISI Yogyakarta juga menjadi peluang untuk memperkuat pemanfaatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah"

Pacitan,JBM.co.id-Pemerintah Kabupaten Pacitan memperluas jejaring kolaborasi dengan dunia pendidikan tinggi. Kali ini, Pemkab Pacitan menjalin Kesepakatan Bersama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mendorong pengembangan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Kesepakatan Bersama tersebut ditandatangani oleh Bupati Pacitan Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro dan Rektor ISI Yogyakarta Irwandi pada 6 Mei 2026. Kerja sama ini berlaku selama lima tahun dan menjadi pijakan bagi kedua pihak untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif sesuai kapasitas dan kewenangan masing-masing.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Pacitan, Hesti Suteki, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan daerah, khususnya melalui sinergi pengetahuan, pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi negeri yang memiliki kekuatan di bidang seni membuka ruang kolaborasi yang luas bagi Pacitan, terutama dalam pengembangan potensi daerah berbasis seni, budaya, pendidikan, dan kreativitas masyarakat.
“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Kabupaten Pacitan,” ujar Hesti, Selasa (1/9) .
Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan kurikulum, implementasi program Kampus Berdampak, serta peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Hesti menambahkan, kerja sama tersebut juga memberi ruang bagi pengembangan berbagai kegiatan lain yang dinilai strategis dan disepakati bersama. Dengan demikian, bentuk kolaborasi tidak bersifat kaku, melainkan dapat berkembang mengikuti kebutuhan daerah dan potensi yang dimiliki kedua institusi.
“Yang menjadi penting adalah bagaimana potensi yang dimiliki masing-masing pihak bisa dipertemukan. Pemerintah daerah memiliki kebutuhan pembangunan dan potensi daerah, sementara perguruan tinggi memiliki sumber daya pengetahuan, riset, inovasi, serta sumber daya manusia yang dapat mendukungnya,” jelasnya.
Untuk memastikan kesepakatan berjalan secara operasional, pelaksanaan kerja sama akan dituangkan lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS). Di lingkungan Pemkab Pacitan, tindak lanjut dapat dilakukan oleh perangkat daerah terkait sesuai tugas dan fungsinya. Sementara dari pihak ISI Yogyakarta, pelaksanaan dapat melibatkan pimpinan fakultas, ketua lembaga, maupun unit terkait.
Skema tersebut memungkinkan kerja sama diterjemahkan ke dalam program yang lebih spesifik dan terukur, sesuai kebutuhan masing-masing bidang.
Bagi Pacitan, sinergi dengan ISI Yogyakarta juga menjadi peluang untuk memperkuat pemanfaatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Kekayaan seni, tradisi, dan budaya lokal yang dimiliki Pacitan dapat dikembangkan melalui pendekatan akademis, penelitian, kreativitas, dan inovasi.
Pada saat yang sama, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan mampu membuka ruang pembelajaran dan pengalaman bagi mahasiswa melalui berbagai bentuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan kebutuhan pembangunan daerah.
Kesepakatan ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, tetapi perlu membangun jembatan dengan perguruan tinggi, dunia pendidikan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dengan durasi kerja sama selama lima tahun, Pemkab Pacitan dan ISI Yogyakarta memiliki waktu yang cukup untuk menerjemahkan kesepakatan tersebut menjadi berbagai program yang berkelanjutan.
“Harapannya, kerja sama ini bisa menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas dan memberikan dampak nyata, baik bagi pemerintah daerah, ISI Yogyakarta, maupun terutama masyarakat Pacitan,” pungkas Hesti.(Red/yun).




