BeritaDaerahEkonomiKesehatanPemerintahanPendidikanSosial

Waspada Hantavirus, Disdagnaker Pacitan Intensifkan Imbauan Kebersihan Makanan Bagi Para Pedagang

"Pengawasan terhadap kebersihan makanan akan terus dilakukan secara berkala"

Pacitan,JBM.co.id-Ancaman penyebaran Hantavirus kini menjadi perhatian serius di Kabupaten Pacitan. Penyakit yang dapat ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, itu dinilai tidak boleh dianggap remeh karena berpotensi mengancam kesehatan masyarakat melalui makanan maupun minuman yang terkontaminasi.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan mulai memperkuat langkah antisipasi dengan menggencarkan imbauan kepada para pedagang makanan agar semakin disiplin menjaga kebersihan dan higienitas produk dagangan mereka.

Kepala Disdagnaker Pacitan, Acep Suherman, menegaskan bahwa pengawasan terhadap kebersihan makanan akan terus dilakukan secara berkala. Menurutnya, perlindungan terhadap konsumen harus menjadi prioritas bersama, terutama di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan imbauan agar pedagang benar-benar bisa menjaga produk makanan yang dijual dari kontaminasi Hantavirus. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Ia menambahkan, lingkungan pasar dan area penjualan makanan menjadi titik penting yang harus dijaga kebersihannya. Tikus yang berkeliaran di sekitar tempat penyimpanan bahan makanan berpotensi meninggalkan air liur, urine, maupun kotoran yang dapat membawa virus berbahaya.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan pengerat kepada manusia. Penularannya dapat terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang telah tercemar kotoran tikus, atau melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Dalam beberapa kasus, infeksi Hantavirus dapat menimbulkan gejala serius seperti demam tinggi, nyeri otot, sesak napas, hingga gangguan ginjal.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi. Pedagang makanan juga diminta memastikan tempat penyimpanan bahan pangan tertutup rapat, rutin membersihkan lapak, serta menghindari adanya sarang tikus di sekitar area usaha.

Langkah preventif dinilai menjadi kunci utama untuk menekan risiko penyebaran penyakit. Dengan sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, diharapkan kewaspadaan terhadap Hantavirus dapat semakin meningkat sehingga aktivitas perdagangan dan konsumsi makanan tetap berlangsung aman dan sehat.(Red/yun).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button