Harga Emas Meroket, Warga Pacitan Panen Untung: Literasi Keuangan Masyarakat Kian Matang
"Masyarakat saya nilai sudah semakin cerdas dalam mengelola keuangan. Mereka tahu kapan harus menahan, dan kapan saatnya menjual"

Pacitan,JBM.co.id-Lonjakan harga emas tak hanya memicu euforia pasar, tetapi juga membuka babak baru kecerdasan finansial masyarakat Pacitan.
Fenomena warga yang berbondong-bondong menjual emas perhiasan di tengah harga yang terus meroket dinilai sebagai refleksi kematangan literasi keuangan masyarakat akar rumput.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, menilai perilaku tersebut bukan sekadar reaksi spontan, melainkan strategi sadar dalam membaca siklus harga dan memanfaatkan momentum.
Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi memosisikan emas semata sebagai simbol kemewahan, melainkan sebagai instrumen tabungan yang fleksibel dan siap dicairkan saat nilai berada di titik optimal.
“Masyarakat saya nilai sudah semakin cerdas dalam mengelola keuangan. Mereka tahu kapan harus menahan, dan kapan saatnya menjual.
Tapi, menjual logam mulia saat harga tinggi harus juga mempertimbangkan prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi, semisal untuk pendidikan atau untuk aset lainnya yang lebih produktif dan bersifat investasi.
Jangan sampai menjual emas hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif sehingga tetap tidak berdampak untuk kesejahteraan,” ujar Ali, Kamis (8/1/2026).
Ali mengungkapkan, tingginya animo penjualan emas saat ini justru menjadi indikasi bahwa masyarakat telah memahami pola fluktuasi harga logam mulia. Ia memprediksi, tren ini akan berbalik arah ketika harga emas kembali terkoreksi.
“Saat harga turun, masyarakat akan kembali membeli dan menabung emas. Itu sudah menjadi pola yang mulai terbentuk,” jelasnya.

“Dari pengalaman yang ada, harga emas akan terus naik secara bertahap. Kalau melihat situasi saat ini, saya justru melihat momentum terbaik adalah menjual,” tegasnya.
Fenomena ini menandai perubahan signifikan perilaku ekonomi masyarakat Pacitan. Dari sekadar penyimpan perhiasan, kini emas diperlakukan sebagai aset strategis, siap diputar, dicairkan, dan ditata ulang sesuai kebutuhan dan peluang.
Di tengah tekanan ekonomi global yang tak menentu, kecerdasan masyarakat Pacitan dalam membaca peluang justru tampil sebagai kekuatan baru dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.(Red/yun).




