BadungBeritaDaerahHukum dan KriminalPemerintahanPendidikan

Sekolah Merdeka Jegeg, Warga Binaan Lapas Perempuan Kerobokan Rayakan Hari Guru Nasional Dibalik Jeruji Besi

Jbm.co.id-BADUNG | Warga Binaan Pemasyarakatan atau WBP yang juga merupakan anak didik program Sekolah Merdeka Jegeg merayakan Hari Jadi Guru sebagai Pahlawan Tanpa Jasa di Aula Serba Guna, Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Jumat, 24 November 2023.

Mengingat, semua patut dirayakan dan semua patut diapresiasi. Begitulah kalimat yang sesuai dengan situasi saat ini di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan.

Bahkan, Lapas dikenal sebagian besar orang sebagai Sekolah Kehidupan yang sesungguhnya, karena didalam Lapas seseorang mengalami perubahan sikap dan karakter, karena menghadapi masalah dan pergumulan berat dalam kehidupannya.

Advertisement

Kalapas Perempuan Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani menyebutkan sekolah kehidupan adalah sekolah sepanjang masa dan sepanjang umur hidup, lantaran sekolah kehidupan juga tempat pembentukan sikap dan karakter para Warga Binaan. Bahkan, pembentukan sikap dan karakter dapat terjadi lewat berbagai peristiwa, sehingga guru memiliki peran penting dalam kehidupan setiap individu. Sebab itu, jasa guru sangat berharga karena telah mendidik dan mengajarkan banyak hal bagi setiap siswanya.

“Hal ini juga dirasakan Lapas Perempuan Kerobokan, khususnya Warga Binaan peserta didik/anak didik Sekolah Merdeka Jegeg,” terangnya.

Foto: WBP merayakan Hari Jadi Guru sebagaiĀ  Pahlawan Tanpa Jasa di Aula Serba Guna, Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Jumat, 24 November 2023.

Disebutkan, Sekolah Merdeka Jegeg merupakan program kerjasama di bidang Pendidikan antara Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan dengan PKBM Niti Mandala Club tentang Sekolah Kejar Paket A, B dan C bagi Warga Binaan yang putus sekolah atau belum menyelesaikan pendidikannya.

Program ini, lanjutnya dilaksanakan guna memenuhi hak Warga Binaan di bidang pendidikan dan sejalan dengan 3 Kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu membangun sinergitas dengan Stakeholder dalam membantu Tusi Lapas.

Luh Andiyani selaku Kalapas dan jajaran Lapas Perempuan Kerobokan mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional kepada seluruh Guru di dunia ini, khususnya Guru dari PKBM Niti Mandala Club.

“Terima kasih kepada PKBM Niti Mandala Club yang selama ini sudah berkenan memberikan ilmu kepada Warga Binaan kami, seperti halnya julukan bahwa Guru merupakan Pahlawan tanpa tanda jasa. Seorang guru akan mengajari siswanya berbagai hal dan rela berkorban tanpa berharap timbal balik apapun. Seperti itulah para Guru/Pengajar dari PKBM Niti Mandala Club yang sudah memberikan pengetahuan/ilmu kepada anak didik warga binaan LPP Kerobokan secara cuma-cuma atau tanpa imbalan apapun,” ungkapnya.

Diharapkan, tahun depan bisa berhasil menjalin kerjasama dengan Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar dalam memberikan program kuliah gratis bagi Warga Binaan di Lapas Perempuan Kerobokan ini.

“Setelah perayaan ini, pembelajaran di kelas tetap berjalan seperti biasa,” tegasnya.

Sebelumnya, rangkaian acara perayaan dibuka dengan persembahan puisi dan paduan suara dari Warga Binaan anak didik kejar Paket A, B, dan C.

“Sesuatu yang luar biasa, karena sebelumnya kami belum pernah membuat acara peringatan Hari Guru seperti ini yang meriah dan disuguhkan penampilan istimewa dari Warga Binaan selaku anak didik kami. Belajar itu tidak mengenal waktu dan tempat, tua atau muda harus terus belajar. Besar harapan saya, peserta kejar paket A, B, dan C di LPP Kerobokan ini tetap semangat untuk terus belajar. Semoga saat keluar dari sini, bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” kata Helena selaku Direktur Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Niti Mandala Club.

Bahkan, pihaknya dengan ikhlas membantu Warga Binaan yang putus sekolah, yang belum menyelesaikan pendidikan, sehingga pendidikannya bisa tuntas, walau sedang menjalani pidana dibalik jeruji besi.

“Semoga kedepannya kerjasama yang baik ini tetap bisa berlanjut. Bagi WBP tetap semangat dan rajin belajar, tingkatkan kedisiplinan dalam proses pembelajaran, datang tepat waktu dan ikuti dengan baik program ini untuk kebaikan kalian sendiri,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dan bunga mawar sebagai bentuk ucapan terima kasih dan rasa cinta Lapas Perempuan Kerobokan kepada pengajar PKBM Niti Mandala Club. (red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button