BangliBeritaDaerahEkonomiLingkungan HidupPemerintahanPendidikan

Program Pembinaan, 1.062 Warga Binaan Lapas Narkotika Bangli Dibekali Keterampilan Memadai

Jbm.co.id-BANGLI | Hingga saat ini, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli berjumlah 1.062 orang.

Tidak hanya menjalani proses masa pidana, Warga Binaan juga mengisi kegiatan dengan sejumlah program pembinaan.

“Ketika mereka selesai menjalani masa pidana, mereka kembali menjadi manusia yang produktif, utuh dan bisa melakukan tanggung jawabnya diluar sana, bertanggung jawab terhadap keluarga, anak dan istri,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Bangli Marulye Simbolon di Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli, Selasa, 9 Juli 2024.

Advertisement

Menurutnya, persiapan Warga Binaan dilakukan dengan cara melaksanakan sejumlah program rehabilitasi sosial, lantaran Lapas Narkotika Bangli dijadikan sebagai Lapas Penyelenggara Percontohan, sejak tahun 2021.

“Selain rehabilitasi sosial, sini ada beberapa bentuk pembinaan kemandirian dan pelatihan keterampilan,” terangnya.

Hal tersebut dilakukan, karena usai kembali ke masyarakat, Warga Binaan sudah menjadi tenaga-tenaga terampil, sesuai dengan bakat dan keinginan mereka.

“Hal itu akan memudahkan kami, untuk membina mereka, karena khan sudah sesuai dengan style mereka masing-masing, sehingga kami memperbanyak bentuk,” tambahnya.

Disebutkan, sejumlah program pembinaan meliputi sektor pertanian, perikanan, pembuatan tempe dan tahu, budidaya asparagus serta keterampilan kerajinan tangan.

“Ada juga melukis bagi yang suka seni dan ada juga band kami didalam. Jadi, semua itu kami lakukan perbanyak, supaya kami bisa menampung bakat-bakat mereka, ditengah-tengah keterbatasan kami,” tegasnya.

Khusus program pembinaan, pihaknya tidak bekerja sendiri melainkan bekerjasama dengan stakeholder terkait dan Yayasan Bina Sejahtera, sehingga Warga Binaan dibekali keterampilan dan pengetahuan yang memadai, usai terbebas dari Lapas.

Sementara itu, hasil produksi tersebut diakui sebagian sudah dijual secara online di Tokopedia. Khususnya Asparagus, pihaknya sudah bekerjasama dengan sebuah koperasi di Kabupaten Badung.

“Setiap dua hari, kami drop kesana. Asparagus itu setiap hari kami panen sekitar 12-15 kilogram per hari. Sedangkan, vanili baru kali ini panen,” pungkasnya. (ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button