BeritaDaerahHukum

Pemilik Hotel Double Mansions Somasi 9 WNA dan Laporkan ke Polres Badung

Jbm.co.id-DENPASAR | Perseteruan antara PT Indo Bhali Makmurjaya dengan 9 WNA yang mengaku sebagai pemilik 11 apartemen The Double View Mansions memasuki babak baru. Apalagi kasus Hotel Double Mansions di Desa Pererenan, Kuta Utara, Kabupaten Badung ini terus berlanjut. Menariknya, perseteruan ini diduga menyeret oknum pejabat di Badung dan seorang pengacara.

Direktur PT Indo Bhali Makmurjaya, Fanny Lauren mengatakan, bahwa kejadiannya, berawal saat dirinya mendapatkan surat dari Kanwil Pajak Provinsi Bali, yang menyebutkan dirinya melakukan pelaporan pajak tidak benar selama tahun 2018-2019.

Karena sebagai pemilik properti di Pererenan dan bertindak sebagai Direktur Perusahaan, maka harus membayar selisih dan juga harus membayar.

“Beberapa waktu lalu, saya menelepon Kantor Pajak, kalau kami tidak melaporkan pajak dengan benar. Penjualan apartemen tidak sesuai dengan harga sebenarnya. Ada uang yang ke Dubai melalui PT DVM. Jadi, saya yang bertanggung jawab. Sementara, uang itu saya tidak terima, ” kata Fanny Lauren di Denpasar, Jumat, 13 Januari 2023.

Dari situlah, Fanny Lauren mengetahuinya, ada transaksi yang berbeda. Semestinya, pajak harus teliti, karena transaksi yang masuk ke Dubai itu masuk ke rekening PT DVM.

“Pemilik rekening itu diduga bernama Luca Simioni bukan PT Indo Bhali Makmurjaya. Jadi, kenapa kami yang harus bayar Rp 27 Milyar,” ungkapnya sambil memohon pihak Dirjen Pajak melihat kondisi seperti ini dalam tugas bawahan, apalagi dirinya sebagai pengusaha pribumi bukan asing.

Oleh karena itu, Fanny Lauren lewat Kuasa Hukum Dr. Togar Situmorang memberikan somasi kepada Warga Negara Asing (WNA) yang mengaku pemilik 11 apartemen untuk mengosongkan unit tersebut. Atau mereka meminta dana yang sudah dibayarkan kepada LS di Dubai untuk ditransfer ke rekening pihak property, pemilik PT Indo Bhali Makmurjaya.

Anehnya lagi, Fanny Lauren mengaku properti miliknya didatangi oknum suruhan Pejabat Militer yang mengaku atas perintah atasan, Kamis malam, 12 Januari 2023. Bahkan, para WNA juga diduga menunjuk seorang Kuasa Hukum.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Indo Bhali Makmurjaya, Dr. Togar Situmorang mengatakan, bahwa kejadian ini aneh, karena aparat pajak tidak teliti dan hanya bisa melihat kewenangannya tanpa melihat sisi kepastiannya.

Anehnya lagi, seluruh transaksi Warga Negara Asing (WNA) yang mengaku sebagai pemilik 11 apartemen melakukan transaksi pembayaran kepada PT DVM dengan rekening ditandatangani oleh LS yang ada di Dubai bukan oleh PT Indo Bhali Makmurjaya.

“Untuk itu, keberadaan WNA tersebut tidak pernah diakui oleh PT Indo Bhali Makmurjaya,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, Advokat Togar Situmorang telah melaporkan kasus ini ke Polres Badung dengan LB/B/04/I/2023/SPKT/Polres Badung/Polda Bali/2023.

“Malam ini juga, saya bersama Klien, Fanny Lauren langsung melakukan laporan polisi ke Polres Badung,” pungkasnya. (red).

Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button