BeritaBreaking NewsDaerahSeni budayaSocial

Hadiri Upacara Manusa Yadnya Yayasan Dalem Gedong Ratih, Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa Serahkan Punia Rp 10 Juta

Jbm.co.id-BADUNG | Wakil Ketua I DPRD Badung, Wayan Suyasa sangat mengapresiasi kegiatan Yayasan Dalem Gedong Ratih yang menyokong kepentingan masyarakat. Bahkan, Wayan Suyasa menggelar upacara Manusa Yadnya bertajuk upacara metelubulanan dan mepetik di Yayasan Dalem Gedong Ratih, Jalan Raya Mambal Semana, Banjar Umahanyar, Mambal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Rabu, 23 November 2022.

Pada kesempatan tersebut, Wayan Suyasa memberikan bantuan dana sebesar Rp 10 juta sebagai bentuk apresiasi atas pelaksanaan rangkaian HUT ke-2 Yayasan Dalem Gedong Ratih ini, karena kegiatan tersebut membantu masyarakat dalam pelaksanaan upacara agama, khususnya umat Hindu.

Apalagi diakuinya kegiatan Yayasan Dalem Gedong Ratih membantu tugas-tugas pemerintah dalam konteks adat. Apalagi, kegiatan positif yang dilaksanakan ini tidak memungut biaya sepeserpun dari masyarakat.

“Hal ini yang saya banggakan, makanya perlu kita getok tularkan, perlu kita gemakan bersama, ada lapisan masyarakat yang memberikan suatu perhatian seperti ini,” ungkap Wayan Suyasa.

Apalagi, Ketua DPD Golkar Badung ini menjelaskan, bahwa pemerintah dapat memberikan dukungan kepada yayasan tersebut. Terlebih, kegiatan Yayasan ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bukan hanya melakukan gaya hidup artinya ada yayasan atau perkumpulan yang lain, misalnya yang hanya papan nama yang diperhatikan diberikan suatu bantuan dari pemerintah. Tetapi yang seperti ini, perlu digetok tularkan untuk diperhatikan, toh juga untuk memberikan perhatian kepada masyarakat luas yang ada di Bali, “paparnya.

Oleh karena itu, politisi asal Desa Penarungan, Mengwi ini mengajak masyarakat agar mendukung program-program bersifat positif yang selama ini telah dijalankan Yayasan Dalem Gedong Ratih, mengingat yayasan ini sudah terdaftar dan terbukti selama dua tahun didirikan, terutama melaksanakan kegiatan yang sangat positif.

“Nah, ini yang perlu kita dorong dan apresiasi. Sekali lagi, hal yang seperti ini, khususnya di umat Hindu Bali, kita perlu diayomi untuk memberikan perhatian yang penuh,” tulisnya sambil menjelaskan yayasan tersebut melakukan kegiatan dengan antusias dan tulus ikhlas.

Pada kesempatan yang sama, Sang Meduwe Karya yang juga Ketua Yayasan Dalem Gedong Ratih, I Ketut Dharma Kresna Wijaya, SE,M.Sos., memanjatkan puja dan memuji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas perkenan-Nya, dapat hadir dalam acara yang sangat istimewa ini.

Bahkan pembawa acara mengaku berbangga, bahwa selaku penyelenggara Keluarga Besar Yayasan Dalem Gedong Ratih dapat menyelenggarakan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Yayasan Dalem Gedong Ratih melalui berbagai kegiatan seni, sosial, budaya dan keagamaan, yang salah satunya, melaksanakan kegiatan upacara Manusa Yadnya meliputi mepetik, metelubulanan, ngeraja sewala, ngeraja singa dan pewintenan serta metatah massal.

Menurut Kresna Wijaya, sejatinya, Yayasan Dalem Gedong Ratih sudah beroperasi lebih dari 8 tahun. Akan tetapi, secara legal baru resmi berdiri sejak 2 tahun lalu, tepatnya 26 November 2020.

Secara legalitas, meski berusia masih muda, namun sudah berusaha memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan alam sebagai wujud ajaran Tri Hita Karana dengan mengusung motto dan semangat “Mekarya lan Meyadnya”. Hal ini diartikan sebagai wadah berkreasi, berkarya dan beraktivitas dengan tetap mengutamakan yadnya sebagai rasa bakti atas segala limpahan karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan segala ciptaan-Nya.

Dalam mewujudkan konsep “Mekarya lan Meyadnya” tersebut, digabungkan, diterjemahkan ke dalam berbagai kegiatan nyata setiap tahunnya, diantaranya adalah bakti sosial, kegiatan upacara Dewa Yadnya, Manusa Yadnya, pertumbuhan ekonomi kreatif serta melakukan kegiatan pewacakan situs-situs, pewacakan pusaka dan pewacakan berbagai weton .

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kresna Wijaya berharap, kegiatan yang dirangkum ke dalam suatu rangkaian perayaan HUT Yayasan Dalem Gedong Ratih, maka akan mampu membangkitkan semangat keinginan masyarakat untuk melakukan yadnya berdasarkan semua keberlimpahan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Dengan demikian, kegiatan ini mampu menciptakan keharmonisan antara buana agung dengan buana alit sebagai wujud ajaran Tri Hita Karana pada masyarakat Bali, pada khususnya dan Nasional pada umumnya.

“Rangkaian kegiatan HUT ke-2 Yayasan Dalem Gedong Ratih telah dilakukan, sejak 7 November 2022 dengan melakukan kegiatan pelatihan sangging didalam upacara metatah. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial ke Obyek Wisata Alas Kedaton, Tabanan serta rangkaian kegiatan metatah, dimulai dari 23- 24 November 2022 hingga pada puncak upacara HUT Yayasan Dalem Gedong Ratih, 26 November 2022 mendatang,” rincinya.

Oleh karena itu, Kresna Wijaya berharap, dengan berbagai kegiatan tersebut mampu memberikan efek positif terhadap kehidupan adat dan keagamaan serta sosial dan alam.

Serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan tahun ini, juga akan diperkenalkan tentang produk VCO yang terbuat dari berbagai jenis kelapa Bali yang ada sebagai wujud konsep Mekarya lan Meyadnya Yayasan Dalem Gedong Ratih.

Disebutkan, Produk VCO tersebut diharapkan mampu membangkitkan produksi olahan kelapa Bali serta mampu menjadi salah satu produk asli Bali yang bisa digunakan secara Nasional kedepannya.

“Dalam kesempatan berbahagia ini, perkenankan buat kami mengucapkan terima kasih kepada para pihak dan semeton yang sudah ikut serta serta berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-2 Yayasan Dalem Gedong Ratih. Semoga kedepannya tetap mampu memberikan hal terbaik dan mampu memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat Bali, pada khususnya dan Nasional pada umumnya,” pungkasnya. (kartu as).

Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button