Berita

Putu Suasta Ziarah Spiritual 170 Km Camino de Santiago

Jbm.co id-DENPASAR | Budayawan Putu Suasta mengajak masyarakat untuk membangun solidaritas sosial yang plural yang humanis dan egaliter.

Pernyataan itu, diungkapkan setelah berhasil menyelesaikan jalan kaki sepanjang 170 km dari PORTO Portugal ke Santiago di Spanyol Tengah. Jalan kaki nonstop menembus hutan, gunung dan pedesaan yang tradisional dengan keramahan penduduk pedesaan yang original. Itulah ziarah klasik Camino de Santiago.

Dengan menempuh jarak 170 Km dari Porto-Valanca-Tui-Porinho-Pedron menuju Santiago. Perjalanan Camino de Santiago, Portuguese Way 119 Km from Tui, 30 September hingga 20 Oktober 2022. Dirinya tidak menyangka bisa berjalan sejauh itu.

Dijelaskan, Camino de Santiago merupakan ziarah spiritual jalan kaki menuju Santiago. Kata Camino dalam bahasa Spanyol artinya jalan kaki, Santiago adalah nama sebuah kota di Spanyol Tengah.

Sedangkan, nama lengkap Camino de Santiago adalah Camino de Santiago de Compostela, di mana Santiago de Compostela adalah nama katedral yang ada di kota Santiago tersebut.

Perjalanan Ziarah itu bisa ditempuh antara 200 hingga 850 km tergantung titik mulainya. Waktu yang ditempuh selama antara 25-32 hari, melalui 3 Negara Eropa, yakni Prancis, Portugis dan Spanyol.

Perjalanan retret Camino de Santiago ternyata tidak dari kalangan Katolik saja, tetapi dari umat beragama lain, dari seantero suku bangsa sejagat bahkan juga dari kaum tidak beragama.

Mereka mencoba dekat dengan alam, berjalan melewati hutan maupun perumahan masyarakat yang tinggal disana. Pergaulan dari berbagai kalangan itu untuk berdialog dengan diri, berdialog dengan kebudayaan yg berbeda dan berdialog dengan Alam, untuk menemukan spiritual yang universal.

“Tidak dikotak-kotakan oleh keyakinan tertentu. Tetapi spiritualitas itu, diatas agama yang mengedepankan kebhinekaan, keberagaman, persaudaraan global (vasudhaiva kutumbakam adalah konsep kesatuan seluruh dunia dalam satu keluarga), toleransi,” kata Putu Suasta, saat dikonfirmasi, bertepatan dengan Hari Tumpek Landep di Denpasar, Sabtu, 5 November 2022.

Menurut sejarah kekristenan, seorang tokoh Kristen terkenal bernama Yakobus meninggal di Yerusalem, dan jasadnya dibawa oleh para pengikutnya dari Yerusalem menuju Santiago dengan berjalan kaki.

Maka sejak 800 tahun yang lalu rute tersebut menjadi ramai oleh para peziarah yang ingin mengunjungi makam Yakobus di Santiago de Compostela.

Rutenya bukan cuma satu namun tersebar dari segala penjuru. Ada yang dari Portugis, Perancis, dan berbagai titik di Spanyol.

Semangat acara itu sejalan dengan agenda Forum Agama G20 atau dikenal dengan R20 secara resmi dibuka di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Bali pada Rabu, 2 November 2022. Kegiatan ini, ditandai dengan penabuhan rebana tamborin di atas panggung oleh beberapa tokoh yang hadir.

Dalam forum tersebut, setidaknya ada dua pembahasan utama yang didiskusikan oleh tokoh-tokoh agama yang hadir. Pertama, potensi konflik yang muncul akibat pemahaman ekstrem yang dipahami oleh penganut agama-agama.

Adapun permasalahan kedua yang dibahas dalam forum tokoh agama dunia itu adalah tawaran nilai luhur dari agama sebagai bagian dari ekonomi dan politik global.

Diceritakan, dirinya ke Spanyol bukan sekadar ziarah dan wisata ke tempat suci atau apalagi sekadar hollyland tour. Camino de Santiago adalah retret berjalan kaki (benar-benar jalan kaki, seperti arti terjemahannya jalan kaki ke Santiago) dan berjalan kakinya tidak kira-kira hingga ratusan kilometer.

Ia berjalan bersama teman-teman satu rombongan, yakni Valentino, Milda, Benekditus dan Liani yang sudah dua kali melakukan perjalanan yang sama.

Mereka jauh-jauh datang ke negeri orang, untuk menemukan kedamaian, tidak melulu disibukkan pada hal-hal memenuhi indria-indria (kesenangan duniawi).

Namun bagaimana mendalami implementasi Tri Hita Karana dalam tingkatan global dari berbagai suku bangsa.

Putu Suasta juga sedang menghindari hiruk pikuk politik tanah air yang bakal pasti mengganggunya, mengingat ia dikenal sebagai politisi intelektual tingkat nasional dari Bali. Dimasa lalu, dia juga pernah jadi tokoh Penting di Pusat dari sebuah parpol yang pernah menjadi the rulling party.

Namun kini, kesehariannya tengah menikmati “laku kabudayan”-nya sebagai pecinta budaya. Boleh jadi, ia seperti biasa, memikirkan dan mencari celah buat sahabat-sahabatnya yang sangat ia pedulikan: para peseni rupa, lingkungan dan pegiat kebudayaan lainnya.

Maka dapat diduga, Putu Suasta sedang memperkuat trend kehidupan beragama abad modern ini, yakni agama bukan lagi dianut sebatas iman doktriner yang cenderung saling tidak mengakui melainkan agama sebagai kekayaan bersama umat manusia yang semua merasa wajib saling menjaganya.

Sedangkan, pada catatan kedua, boleh jadi Putu Suasta bukan menghindar dari kegaduhan parpol, tapi justru sedang memberi sinyal betapa terjadinya krisis etika politik di Indonesia saat ini dan sebentar lagi puncaknya untuk menyambut kepemimpinan nasional yang baru yang menggantikan Presiden Jokowi.

“Ini ziarah spiritual masa depan. Semua ras dan agama manusia saat ini berkumpul secara fisik maupun spirit untuk diri dan dunia yang lebih baik,” terangnya.

Pengalamannya di Camino de Santiago, Putu Suasta hendak mengajak pula berkaca atas apa yang sedang terjadi di Negeri ini: Polarisasi ideologi di skala nasional dan (masih) pertikaian identitas seperti yang terjadi di Bali, dimana kebudayaan Bali ditunggangi oleh kepentingan sesaat, dari para tokoh dan pemuka masyarakat.

Sepatutnya hal itu tidak pantas terjadi, apalagi Bali sebagai tuan rumah R20 maupun KTT G20.

Apabila kita sebagai masyarakat tidak mampu menjadi tuan rumah yang baik, tentu akan menjadi catatan sejarah yang kelam justru merusak citra pariwisata yang sudah baik.

Untuk itu, masyarakat Pulau Dewata untuk menyambut kedatangan tamu KTT G20 dengan penuh ramah tamah dan senyum.

Keramahan Bali dalam menyambut tamu sudah dikenal dunia, sehingga Pulau Dewata banyak dikunjungi wisatawan dari mancanegara.

Hingga saat ini, Bali mendapatkan berbagai julukan yakni Pulau Bali terkenal dengan julukan sebagai Pulau Dewata atau The Island of Gods karena kentalnya budaya Hindu.

Selain itu, The Island of Paradise (Pulau Surga karena memiliki keindahan alam yang tidak akan ditemui di tempat lain), The Island of Thousand Temples (Pulau Seribu Pura, karena hampir tiap pekarangan rumah penduduk yang beragama Hindu terdapat sebuah pura), The Morning of The World, The Last Paradise on Earth.

Apalagi, sejak aktris Hollywood Julia Robert menjadikan Pulau Bali sebagai lokasi syuting film Eat Pray Love, nama Bali makin bersinar di dunia.

Disamping dijadikan sebagai lokasi syuting, Pulau Bali juga digunakan sebagai tempat kunjungan dan liburan dari beberapa kepala negara, misalnya kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz (Raja Arab Saudi), Barack Hussein Obama (mantan presiden Amerika Serikat), Ratu Elizabeth.

Bahkan kegiatan bertaraf internasional juga pernah diadakan di Pulau Bali seperti IMF-World Bank. Miss World 2013, Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic (APEC) 2013.

Namun yang menarik dalam acara G20, dimana Presiden Jokowi gilirannya sebagai Presidensi G20, selanjutnya tahun 2023 akan digelar di India.

Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” yang menghadirkan pemimpin negara – negara anggota G20 pada pertengahan November mendatang.

G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Dibentuk pada 1999 atas inisiasi anggota G7, G20 merangkul negara maju dan berkembang untuk bersama-sama mengatasi krisis, utamanya yang melanda Asia, Rusia, dan Amerika Latin. Adapun tujuan G20 adalah mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

G20 pada awalnya merupakan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Namun sejak 2008, G20 menghadirkan Kepala Negara dalam KTT dan pada 2010 dibentuk pula pembahasan di sektor pembangunan. Sejak saat itu, G20 terdiri atas Jalur Keuangan (Finance Track) dan Jalur Sherpa (Sherpa Track). Sherpa diambil dari istilah untuk pemandu di Nepal, menggambarkan bagaimana para Sherpa G20 membuka jalan menuju KTT (Summit).

Peran Nyata G20 dalam penanganan krisis keuangan global 2008. Salah satu kesuksesan G20 terbesar adalah dukungannya dalam mengatasi krisis keuangan global 2008.

G20 telah turut mengubah wajah tata kelola keuangan global, dengan menginisiasi paket stimulus fiskal dan moneter yang terkoordinasi, dalam skala sangat besar.

G20 juga mendorong peningkatan kapasitas pinjaman IMF serta berbagai development banks utama. G20 dianggap telah membantu dunia kembali ke jalur pertumbuhan, serta mendorong beberapa reformasi penting di bidang finansial.

Dalam kebijakan pajak, G20 telah memacu OECD untuk mendorong pertukaran informasi terkait pajak. Pada 2012, G20 menghasilkan cikal bakal Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) keluaran OECD, yang kemudian difinalisasikan pada 2015. Melalui BEPS, saat ini 139 negara dan jurisdiksi bekerja sama untuk mengakhiri penghindaran pajak.

Kontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19, inisiatif G20 dalam penanganan pandemi mencakup penangguhan pembayaran utang luar negeri negara berpenghasilan rendah, Injeksi penanganan Covid-19 sebanyak >5 triliun USD (Riyadh Declaration), penurunan/penghapusan bea dan pajak impor, pengurangan bea untuk vaksin, hand sanitizer, disinfektan, alat medis dan obat-obatan.

Selain itu, G20 berperan dalam isu internasional lainnya, termasuk perdagangan, iklim, dan pembangunan. Pada 2016, diterapkan prinsip-prinsip kolektif terkait investasi internasional. G20 juga mendukung gerakan politis yang kemudian berujung pada Paris Agreement on Climate Change di 2015, dan The 2030 Agenda for Sustainable Development. (red).

Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button