BeritaDaerahEdukasi & MotivasiPeristiwa

Jalin Sinergitas, Imigrasi Ngurah Rai Gelar Rapat Tim Pora di Kecamatan Kuta Utara

Jbm.co.id-BADUNG | Rapat Tim Pengawasan Orang Asing atau Tim Pora digelar Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai di Lv8 Resort Hotel Canggu Bali, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin 31 Oktober 2022.

Rapat Tim Pora ini melibatkan sejumlah instansi pemerintah dalam Pengawasan Orang Asing di Kecamatan Kuta Utara.

Turut hadir, perwakilan Sekda Badung, Kasatpol PP Kabupaten Badung, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Badung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Kejari Badung, Kodim 1611/ Badung, Kapolres Badung, Kepala Intelijen Lanud I Gusti Ngurah Rai, Airport Security Senior Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, sejumlah perbekel atau Kepala Desa di Kecamatan Kuta Utara serta para undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Ngurah Rai, Sugito, yang mengikuti Rapat Tim Pora (Pengawasan Orang Asing) Imigrasi Ngurah Rai secara online menyampaikan, bahwa pariwisata Bali telah kembali bergairah, setelah 2,5 tahun dilanda pandemi Covid-19. Berbagai kebijakan Keimigrasian telah dikeluarkan Direktorat Jenderal Imigrasi yang diharapkan secara bersama-sama menjaga pertumbuhan dan pemulihan atau recovery pariwisata serta perekonomian Bali.

“Dengan kembali menggeliatnya pariwisata Bali, ditumbuhkan sikap peduli dan responsif terhadap aktivitas orang asing yang masuk serta berkegiatan di Bali,” kata Kakanim Sugito.

Pada kesempatan tersebut, juga hadir Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Yoga Aria Prakoso, Kepala Seksi Intelijen Keimigrasian, Jery Prima, Kepala Seksi Penindakan Keimigrasian, Tris Peres Lolon dan Pejabat Imigrasi, Rizki Hari Wibowo.

Dalam pemaparannya, Yoga Aria Prakoso menyampaikan, bahwa sesuai Permenkumham Nomor 50 tahun 2016 tentang Tim Pengawasan Orang Asing pada pasal 15 dinyatakan tugas anggota Tim Pora mempunyai tugas memberikan saran dan pertimbangan kepada instansi lembaga pemerintahan terkait mengenai Pengawasan Orang Asing. Sedangkan, fungsi Tim Pora adalah berkoordinasi dalam hal pertukaran data dan informasi serta pengumpulan informasi berupa data atas keberadaan Orang Asing secara berjenjang dari tingkat Desa atau Kelurahan hingga Provinsi. Kemudian, dilakukan analisa dan evaluasi terhadap data yang berkaitan dengan pelaksanaan Pengawasan Orang Asing serta membuat peta Pengawasan Orang Asing.

Selain dilakukan penyelesaian permasalahan keberadaan dan kegiatan Orang Asing, fungsi Tim Pora juga melaksanakan pengaturan hubungan kerjasama dalam rangka Pengawasan Orang Asing serta penyusunan rencana Operasi Gabungan yang bersifat khusus atau insidental, termasuk rencana operasi mandiri setiap instansi anggota Tim Pora.

Untuk memudahkan Pengawasan Orang Asing, pihak Imigrasi meluncurkan Aplikasi Pelaporan Orang Asing Next Generation atau APOA-NG yang merupakan inovasi dari APOA versi website yang dikeluarkan oleh Ditjenim pada tahun 2017. Oleh karena input data manual oleh penginapan menyulitkan pengguna, maka pada tahun 2018 Imigrasi Ngurah Rai kembali meluncurkan APOA-NG yang dirancang untuk mempermudah pemilik/pengurus penginapan dalam pelaporan Orang Asing menggunakan smartphone berbasis android yang penggunaannya mudah (user friendly) hanya dengan pindai atau scan halaman biodata paspor. Disebutkan, manfaat lainnya adalah memudahkan Imigrasi dalam melakukan pemantauan dan pencarian data secara real time.

“Fitur-fitur yang dimiliki APOA-NG meliputi auto capture MRZ, dengan scan halaman biodata paspor menggunakan smartphone yang sudah terinstal aplikasi, tanpa proses penginputan data secara manual, tersedianya menu check in dan check out serta ada fitur keamanan penguncian lokasi device melalui GPS dan output berupa statistik, mapping, sebaran, pencarian dengan klasifikasi tertentu,” rincinya.

Melalui APOA-NG, jumlah Orang Asing yang terdata sejak periode Januari hingga Oktober 2022 mengalami peningkatan yang signifikan. “Untuk bulan April jumlah Orang Asing 18.944 hingga Oktober berjumlah 25.973 Orang Asing,” sebutnya.

Dipaparkan Aria Prakoso, bahwa Australia merupakan Negara asal Orang Asing yang tertinggi dalam 6 bulan terakhir dengan jumlah 28.432 orang, disusul India pada urutan kedua dengan 11.129 Orang Asing, kemudian Singapura, Inggris, Korea, Perancis, Denmark, Rusia, Malaysia dan Belanda.

Sementara untuk penginapan, imbuhnya, jumlah penginapan tertinggi berada di Kecamatan Kuta sejumlah 245 penginapan atau 47 persen, disusul Kuta Selatan ada 169 penginapan atau 31 persen dan terkecil berada di Kecamatan Kuta Utara berjumlah 121 penginapan atau 22 persen.

Dari database APOA-NG diketahui, bahwa konsentrasi Orang Asing paling tinggi berada di Kuta Selatan dengan 46 persen atau 40.252 Orang Asing, disusul Kuta Utara sebesar 32 persen atau 28.002 Orang Asing) dan Kuta sebesar 22 persen atau 19.252 Orang Asing.

Namun, kata Aria Prakoso, data tersebut tidak dapat mewakili real time keberadaan Orang Asing, karena masih banyak penginapan di Kuta Utara yang belum menggunakan APOA-NG karena karakter rumah sewa dan villa di Kuta Utara yang tidak terdaftar. Melalui Operasi Pengawasan Keimigrasian justru konsentrasi Orang Asing sangat tinggi berada di Kecamatan Kuta Utara.

Hasil pantauanĀ  di lapangan saat ini, pihakĀ  Imigrasi sudah mencoba memfasilitasi untuk dapat memetakan Pengawasan Orang Asing. Di wilayah Kuta Utara ini, pihaknya mengakui kesulitan, karena untuk hotel berbintang tidak sebanyak di Kuta Selatan.

Diakuinya, di Kecamatan Kuta Utara sebagian besar berupa villa atau guest house, yang tidak ada resepsionist atau penerima tamu, namun, langsung ke penjaga rumahnya yang dianggap sebagai suatu jenis tantangan khusus.

“Makanya, Jumat depan akan di-launching sebuah aplikasi terbaru, dimana kedepannya kita akan mencoba menggunakan keunikan dari Bali berbasis Desa Adat. Untuk itu, kita fungsikan Desa Adat melalui Bendesa Adat sinergikan dengan Perbekel untuk melaporkan Orang Asing yang tinggal di wilayahnya masing-masing supaya kita semua bisa memanfaatkan peta keberadaan Orang Asing, sebenarnya berapa banyak Orang Asing yang tinggal di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai,” pungkasnya. (ace).

Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button