BeritaInternationalPariwisata

Jelang KTT G20, Nusa Dua Diperketat, Tingkatkan Okupansi Hotel di Sanur, Kuta dan Ubud

Jbm.co.id-KLUNGKUNG | Menjelang KTT G20, sejumlah persyaratan ketat mulai diterapkan di Kawasan Nusa Dua. Hal tersebut berdampak signifikan pada meningkatnya okupansi hotel yang berada di Kawasan Sanur dan Kuta, termasuk Ubud.

“Hal itu, akibat ketatnya peraturan Nusa Dua. Kita maklumi. Harus pakai ID Card, keluar masuk dan sebagainya,” kata Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, usai pelantikan Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) masa bakti 2022-2025 di TOSS Center Klungkung, Sabtu, 29 Oktober 2022.

Menurutnya, okupansi lagi bagus, tapi tidak bisa dikatakan untuk Provinsi Bali. Jika berbicara Provinsi Bali, okupansi hotel masih dibawah 40 persen. Hal ini, dikarenakan dengan jumlah wisatawan 10 ribu hingga 11 ribu orang per hari masih sangat jauh diterima sebelum pandemi.

Padahal, disebutkan sebelum pandemi pun, sesungguhnya rasio kamar dengan 140 ribu kamar yang dimiliki, sesungguhnya sebelum pandemi pun Bali belum mencapai 70 persen. Namun, kawasan tertentu dan hotel tertentu ada 100 persen, kalau ada event-event tersebut.

“Imbas G20, memang ada peningkatan okupansi hotel. Namun, yang lebih penting, jangka panjangnya nanti sebagai pengakuan dunia, bahwa Bali aman, termasuk pandemi Covid-19 yang dilewati telah dapat diatasi Bali,” terangnya

Terkait upacara ngaben massal yang akan digelar menjelang KTT G20, Wagub Cok Ace menjelaskan harus harus dicarikan jalan keluar yang terbaik, yang disatu sisi harus berjalan karena dewasa dan disisi lain tidak mengganggu persiapan pelaksanaan KTT G20.

Terkait penanganan sampah, sudah disampaikan dalam beberapa rapat, menurut pengalaman sebelumnya saat agenda kegiatan IMF dan APEC sudah diatasi untuk pengangkutan sampah masing-masing hotel. Apalagi, hotel di Nusa Dua ada kawasan steril dari kendaraan berbahan bakar fosil.

“Untuk sampah-sampahnya dan suply bahan-bahan makanannya serta sayur-sayuran, itu sudah saya sampaikan.
Kalau dulu pada waktu di APEC agak mendadak terpaksa membuat ID Card hanya beberapa hari saja sekarang sudah jauh-jauh hari dipikirkan. Itu harus kita carikan solusinya,” pungkasnya. (ace).

Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

10 Comments

  1. I’m not sure exactly why but this weblog is loading extremely slow for me. Is anyone else having this problem or is it a issue on my end? I’ll check back later and see if the problem still exists.

  2. I and also my friends were found to be analyzing the great key points on your web page then quickly I got an awful feeling I never thanked you for those techniques. The young men were definitely for this reason excited to see them and now have truly been tapping into those things. Thank you for really being simply helpful and then for going for this sort of marvelous ideas millions of individuals are really wanting to be aware of. Our own sincere apologies for not expressing appreciation to you earlier.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button