BeritaDaerahKriminalPOLRI

Kasus Anak Dirantai Ibu Kandung, Kapolres Tabanan Berikan Penjelasan

Jbm.co.id-TABANAN | Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., memberikan penjelasan terhadap kasus anak yang dirantai ibu kandungnya, agar jangan sampai terjadi kesimpangsiuran dalam pemberitaan di media sosial, Sabtu, 22 Oktober 2022 pukul 20.00 WITA.

Kapolres Tabanan didampingi Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Aji Sekar Yoga, S.I.K., dan Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia,S.Sos., menyampaikan kepada awak media di lobby Polres Tabanan, Selasa, 25 Oktober 2022.

Kapolres Tabanan membenarkan adanya kasus tersebut, dimana ibu kandung atas nama UDW (40) pekerjaan swasta, yang beralamat asal Jalan MT. Haryono, Kelurahan Balikpapan dan alamat sementara di Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken Kecamatan/Kabupaten Tabanan.

Disebutkan, ibu kandung merantai dua orang anaknya saat ditinggal pergi bekerja di Denpasar. Pengikatan ini dilakukan yang dibantu pacarnya, yang berinisial MS dengan memberikan rantai kepada ibu korban, meski sebelumnya pacarnya menolak untuk tidak mengikat anak-anak tersebut dengan rantai. Namun pacar ibu korban ini akhirnya memberikan rantai kepada UDW.

Kapolres Tabanan juga menjelaskan, bahwa korban diikat ibunya, dengan alasan agar tidak nakal, dimana anak-anak dianggap nakal atau bandel.

“Kedua anak ini, atas nama DH, laki-laki,lahir di Denpasar tanggal 3 Februari 2017 (6 tahun) dan DS, laki-laki, lahir di Denpasar, 8 September 2019 (3 tahun).

“Pertama kali ditemukan oleh warga dan disampaikan ke kepala lingkungan selanjutnya dilaporkan ke Polisi. Kondisi saat ditemukan dalam keadaan terikat rantai yang diikatkan di kusen jendela dan kusen pintu dengan keadaan rumah kosong dan gelap tanpa lampu,” jelasnya

Kemudian, Polres Tabanan juga telah melakukan gelar terhadap kasus ini dan ditetapkan dua tersangka, yaitu ibu kandung korban UDW dengan pacarnya atas nama MS. Kedua tersangka saat ini diamankan untuk proses penyidikan dan pendalaman serta pemeriksaan secara psikologis kondisi ibu kandung korban.

“Selain itu, Polres Tabanan juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Tabanan dan Kementerian PPA.

“Kedua tersangka dijerat pasal 80 ayat 1 dan ayat 4 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ungkap Kapolres Tabanan.

Barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus ini 2 (dua) buah rantai besi dengan panjang 2 meter, 4 (empat) buah gembok. (kyn).

Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button