Politik

Jelang G-20, Semangat Kekuatan Gerakan Non Blok

JBM.co.id, Denpasar – Pakar Politik Putu Suasta juga Alumnus UGM dan Cornell University mengharapkan, Indonesia kembali membangkitkan karisma dan kekuatan negara-negara Non Blok dalam menjaga perdamaian dunia di tengah peristiwa invasi Rusia ke Ukraina. Mengingat dampak invasi Rusia ke Ukraina menimbuilkan ancaman krisis energi dan pangan dunia.

Sejumlah komoditas di tanah air alami lonjakan yakni minyak goreng maupun harga BBM (pertamax). Bahkan, ada ancaman kenaikan maupun kelangkaan gandum, tepung terigu, kedele dan kapas, termasuk barang-barang manufaktur yang datang dari Ukraina. Bagi sektor pertanian akan alami kesulitan sisi pasokan pupuk organik dan anorganik yang biasanya datang dari Ukraina.

Peranan Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim diperlukan dunia. Apalagi Indonesia hebat dikenal dunia, karena pernah mengambil peran strategis, ketika kepemimpinan negara oleh Bung Karno dalam menjadi tuan rumah Non Blok.

Gerakan Non-Blok (GNB) terdiri dari 100 negara. Negara tersebut tidak memiliki ikatan dengan negara lain untuk tujuan politik tetapi untuk menjamin kemerdekaan, kedaulatan dan keamanan.

Pada ajang Konferensi Asia Afrika merupakan awal dari keterlibatan langsung Presiden Soekarno dalam semangat nasionalisme Asia dan Afrika, untuk melawan imperialisme, kolonialisme, dan neo-kolonialisme.
Prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang digariskan oleh konstitusi tidak dibiarkan hanya berfungsi sebagai landasan untuk menghadapi persaingan antara Blok barat dan Blok Timur maka GNB sebagai solidaritas negara Asia dan Afrika dilebarkan sayapnya hingga ke Amerika Latin.

Pelopor Gerakan Non Blok ini adalah Presiden Soekarno, Perdana Mentri India, Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, Presiden Yugoslavia Josep Broz Tito dan Presiden Ghana Kwame Nkrumah.

Dijelaskan pula, ada 5 pilar yang digunakan sebagai pedoman, hal ini digunakan sebagai basis dari Gerakan Non-Blok yakni:
(1) Saling menghormati integritas teritorial dan kedaulatan
(2). Perjanjian non-agresi (perjanjian tanpa perang)
(3). Tidak mengintervensi urusan dalam negeri, negara lain.
(4). Kesetaraan dan keuntungan bersama dan (5). Menjaga perdamaian.

Untuk itu, Indonesia dapat menjadi negera terdepan menyuarakan perdamaian dunia apalagi Presiden Jokowi sebagai Presidensi G20. Hal itu sudah diatur dalam konstitusi negara Indonesia yang turut serta dalam menjaga perdamaian dunia.

“Indonesia benar-benar berdiri di tengah-tengah tanpa terbawa arus blok barat atau timur dalam memberikan solusi dalam perdamaian Rusia dengan Ukraina yang besar memberikan pengaruh pada perhetalan KTT G20,” ujar Suasta di Badung.

Diharapkan pula, komunikasi dan diplomasi luar negeri Indonesia semakin ditingkatkan kepada negara-negara sahabat, khususnya yang menjadi anggota G20.

Meskipun kondisi geopolitik tidak mudah. Namun kesempatan itu, Presiden Jokowi sepatutnya dapat pemimpin dunia yang disegani dalam mendorong perdamaian sesuai dengan piagam PBB. Upaya itu dalam menyukseskan perhelatan KTT G20, puncaknya digelar pada November 2022 dipusatkan di Bali. Mengingat Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20 menjadi sorotan dunia.

Sekaligus G20 di Bali sebagai momentum dalam menciptakan keseimbangan ekonomi baru dalam mewujudkan kesejahteraan yang adil bagi setiap warga negara.

“Ekonomi tidak lagi didomiansi oleh blok tertentu saja,” ujarnya.
Selain itu, stabilitas dalam negeri juga patut dikendalikan agar keercayaan dunia sebagai tuan rumah G20 semakin meningkat.

Untuk itu, harga pangan dan migas patut dikendalikan kembalikan ke harga yang dijangkau oleh masyarakat.
Langkah itu segera diambil dalam mencegah gelombang – gelombang aksi demo dari masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa. Demo besar direncanakan akan dilakukan mahasiswa ada tanggal 11 April 2022 di Jakarta. Dikhawatirkan peristiwa Tahun 1998 bisa berulang kembali, jika situasi tersebut tidak dikendalikan.

Pada kesempatan itu, secara khusus pihaknya menyoroti daerah Bali karena akan menjadi tuan rumah G20. Diharapkan mampu membenahi citra Bali sebagai tujuan pariwisata dunia. Selain membenahi infrastruktur fisik maupun peningkatan fasilitas kesehatan dan pengendalian pandemi Covid-19 baik disiplin prokes maupun memaksimalkan Vaksinasi Booster.

Pariwisata Bali sudah mulai dikembangkan yang mengedepankan wisata ramah lingkungan, budaya bersih dan ramah guna mencegah adanya pelanggaran HAM. Pelayanan tamu mulai kedatangan di bandara hingga pulang ke daerah dan negara masing-masing tetap dikontrol, sehingga memberikan kesan yang positif bagi citra pariwisata Bali.

Maka dari itu, pelayanan di bandara agar cepat dan nyaman, fasilitas destinasi pariwisata juga memadai. Sektor keamanan dan kesehatan menjadi kunci keberhasilan bangun industri pariwisata.
Suasta menegaskan, pemerintah seharusnya gencar melakukan operasi pasar, khususnya Bali yang alami tekanan ekonomi paling besar akibat pariwisatanya ambruk.

Pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan aktivitas bisnis di mana perusahaan bertanggung jawab secara sosial kepada pemangku kepentingan dan masyarakat sebagai bentuk perhatian dalam meningkatkan kesejahteraan serta berdampak positif bagi lingkungan. Diharapkan, hal tersebut dimanfaatkan dengan baik guna membantu masyarakat kurang mampu dan juga membantu sektor produktivitas (UKM dan IKM), sektor pertanian.

“Khawatir kita sebagai negara agraris bisa krisis pangan, apalagi Bali sebagai daerah kental dengan budaya pertanian. Namun perhatiannya belum sepenuhnya sehingga pemenuhan pangan Bali masih bergantung dari import dan dari daerah lain,” ujarnya.

“Jangan sampai CSR salah peruntukan, sehingga dana itu tidak berikan imbas nyata kepada masyarakat yang memerlukan,” tegasnya.

Maka dari itu, masyarakat ikut berperan aktif melakukan kontrol terhadap kebijakan-kebijakan publik, termasuk peran strategis pers. Hal itu dilakukan dalam mengawal amanat konstitusi (UUD 1945), khususnya dalam menyukseskan G20. (Aj/red).

Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

5 Comments

  1. This is really interesting, You’re an overly skilled blogger. I’ve joined your feed and look ahead to in quest of extra of your excellent post. Additionally, I’ve shared your site in my social networks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button