Seni budaya

Bahas Upacara Pitra Yadnya, Sulinggih Ida Pandita Mpu se-Kota Denpasar Gelar Paruman di Griya Gede Manik Uma Jati, Banjar Jabajati, Desa Pemogan, Denpasar

JBM.co.id, Denpasar – Sulinggih Ida Pandita Mpu se-Kota Denpasar menggelar paruman di Griya Gede Manik Uma Jati, Banjar Jabajati, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar, Kota Denpasar, pada Sabtu (23/4/2022), dimulai pukul 19.00 WITA.

Paruman Sulinggih ini dilaksanakan secara rutin setiap 3 (tiga) bulan sekali dan digelar secara bergantian sebagai tuan rumah, untuk masing-masing griya yang berada di Kota Denpasar.

Turut hadir, Ida Pandita Mpu Nabe se-Kota Denpasar, diantaranya Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Merta Yoga Griya Agung Beraban, Denpasar, Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Pramangga Yoga
Griya Agung Tasik, Denpasar dan Ida Pandita Mpu Nabe Dhaksa Yaksa Acharya Manuaba Griya Agung Siwa Gni Manuaba, Gatsu Denpasar. Selain itu, paruman sulinggih juga dihadiri Ida Pandita Mpu se-Kota Denpasar, Ida Bhawati, para Pemangku Pura se-Kota Denpasar dan Ketua Sabha Pandita, Ida Pandita Mpu Dhaksa Siwa Putra Shanti Yoga Griya Agung Pasek Sari Tegal, Denpasar.

Selaku tuan rumah, Ida Pandita Mpu Yogiswara Griya Gede Manik Uma Jati, Banjar Jabajati, Pemogan, Denpasar menyampaikan, bahwa paruman sulinggih Ida Pandita Mpu membahas sejumlah persoalan yang sedang berkembang ditengah-tengah masyarakat, terutama terkait upacara Pitra Yadnya atau Pengabenan.

“Upacara Pitra Yadnya atau Pengabenan, yang kami bahas hari ini bersama para Ida Pandita Mpu se-Kota Denpasar,” kata Ida Pandita Mpu Yogiswara.

Menurut Ida Pandita Mpu Yogiswara, untuk Pitra Yadnya dibagi dalam beberapa tingkatan dan kategori yang diawali dengan pembahasan Ngewangun atau Pranawa.

“Yang pertama, dibahas masalah Pitra Yadnya yang dinamakan Ngewangun atau Pranawa. Ada tiga kategori disebut Pranawa meliputi Nista Pranawa, Madyaning Pranawa dan Utamaning Pranawa. Pranawa itu, dibagi lagi menjadi beberapa kategori yang disebut Toya Pranawa, Geni Pranawa, Suta Pranawa dan Kusa Pranawa,” ungkapnya.

Lanjutnya, didalam Pranawa ini, yang disebut Geni Pranawa, bilamana dilakukan upacara Pitra Yadnya, dengan simbolis Atman yang berada di dalam wadahnya dan berisi Geni atau api, yang diproses, agar kembali ke sumbernya berupa unsur-unsur Panca Maha Bhuta.

“Inilah yang kita proses dan kita sucikan, agar kembali ke sumbernya.
Ada Atmannya dan ada unsur Panca Maha Bhuta serta ada unsur surat atau aksara yang berada di dalam tubuh manusia. Untuk unsur Panca Maha Bhuta, ada energi didalam tubuh manusia serta bahan dari manusia itu sendiri. Kita sudah punya, yang namanya simbol-simbol dan wadah-wadah yang kita sudah persiapkan. Disanalah proses yang disebut dengan Pitra Yadnya atau Pengabenan,” tegasnya.

Untuk sumber sastranya, Ida Pandita Mpu Yogiswara merujuk pada sejumlah sumber, yang menyatakan pelaksanaan upacara Pitra Yadnya, diantaranya Surya Sewana, Yama Purana Tattwa, Yama Tattwa dan beberapa sumber sastra lainnya.

“Disini yang kita sering lakukan didalam masyarakat, ada disana disebut dengan Pitra Yadnya dengan tingkat sederhana, yang sering dilakukan oleh masyarakat.

Ditambahkan, hasil paruman sulinggih memutuskan tata cara pelaksanaan upacara Pitra Yadnya dan tidak menyatakan tingkatan karya yang lebih besar disebut Ngewangun atau Pranawa. Bilamana masyarakat menginginkan tingkatan yang lebih besar disesuaikan dengan kemampuan mereka masing-masing.

“Tadi, hasilnya kita menyatakan kembali kepada pihak yang memiliki pekerjaan yadnya itu sendiri dan menghaturkannya kepada Sang Merage Ida Pandita atau Sulinggih, untuk bisa diproses unsur Atman, Panca Maha Bhuta dan surat atau aksara suci yang berada didalam tubuh manusia serta bahan-bahan dari manusia itu sendiri, yang dibentuk, untuk kembali ke unsur-unsur alam semesta itu sendiri,” sebutnya.

“Itu yang kita dapatkan seringkas mungkin dari hasil rapat malam ini, pada hari Sabtu, 23 April 2022. Semoga bisa menerima hasil paruman sulinggih, bilamana belum dimengerti bisa kita pertanyakan kepada para sulinggih yang berada di Kota Denpasar. Saya, Ida Pandita Mpu Yogiswara sekeluarga mengucapkan terima kasih sudah mendapatkan hasil yang sangat kita inginkan bersama dalam paruman ini. Sekurangnya, apa yang kurang nantinya didalam masyarakat, kita bantu melalui tangkil ke griya yang ada di Kota Denpasar”, pungkasnya. (Ace/red).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button