Nasional

Pemasyarakatan Komitmen Berantas Peredaran Gelap Narkoba, Perkuat Sinergi dengan Bareskrim Polri

JBM.co.id, Jakarta – Salah satu agenda utama Pemasyarakatan adalah pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Bersinergi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Pemasyarakatan telah menggagalkan berbagai upaya penyelundupan Narkoba kedalam Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan Rutan (Rumah Tahanan Negara.

Terhitung sepanjang tahun 2021, Pemasyarakatan telah berhasil menggagalkan 148 upaya penyelundupan Narkoba kedalam Lapas/Rutan di seluruh wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, Pemasyarakatan dan Bareskrim Polri juga bekerjasama memindahkan Narapidana kategori bandar Narkoba ke Lapas Super Maximum Security di Pulau Nusa Kambangan yang menerapkan “Sistem One Man One Cell”.

Pemindahan dilakukan untuk mencegah peredaran gelap Narkoba dari Lapas/Rutan serta mencegah pengaruh buruk bandar Narkoba terhadap Narapidana lainnya.

Sepanjang 2021, setidaknya 215 bandar Narkoba dipindahkan ke Nusa Kambangan. Mereka berasal dari berbagai wilayah, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Jambi, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, hingga Papua Barat.

Upaya Pemasyarakatan tak berhenti sampai di sana. Pemasyarakatan juga terus mempelajari dan mengamati berbagai modus penyelundupan yang mungkin digunakan. Petugas pun, diberikan pelatihan dalam pelaksanaan pengawasan dan peningkatan kewaspadaan untuk mencegah masuknya barang haram ke Lapas dan Rutan.

Komitmen penuh juga ditunjukkan oleh UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Lapas dan Rutan berlomba-lomba mendeklarasikan diri untuk Zero Halinar atau Bersih dari Hape, Pungli, dan Narkoba. Bahkan, semboyan “Bersinar” atau Bersih dari Narkoba juga semakin digaungkan.

Bukan semboyan semata, komitmen ini juga ditunjukkan melalui kegiatan razia gabungan dengan melibatkan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan APH (Aparat Penegak Hukum) setempat.

Pemasyarakatan juga menggelar pemeriksaan urine rutin bagi WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) dan petugas untuk memastikan Lapas/Rutan Bersinar atau Bersih dari Narkoba.

Koordinator Hubungan Masyarakat dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti mengatakan, berbagai upaya ini dilakukan, untuk mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Menurutnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga telah menginstruksikan jajaran Pemasyarakatan, untuk melaksanakan “3+1”, yaitu Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju dan “Back to Basics”.

“Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba dan sinergi dengan Aparat Penegak Hukum lainnya menjadi senjata utama Pemasyarakatan dalam memerangi Narkoba. Ditambah dengan “Back to Basics”, mengembalikan tugas dan fungsi Pemasyarakatan sebagaimana mestinya,” pungkas Rika. (Red/*).

Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

4 Comments

  1. 901387 947013It is truly a fantastic and helpful piece of information. Im happy that you just shared this helpful information with us. Please stay us informed like this. Thank you for sharing. 654813

  2. 926106 957213Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging appear straightforward. The overall look of your website is magnificent, as properly as the content material! xrumer 86605

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button