Berita

Soal Aksi Coba Bunuh Diri WBP Perempuan, Kadivpas Suprapto Sebut Konseling “Therapy Stress” Kurangi Derita WBP Jalani Hukuman

JBM.co.id, Denpasar – Soal kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan)/Narapidana Perempuan di Lapas Kelas II B Singaraja beberapa hari yang lalu, saat dikonfirmasi awak media, pada Minggu (21/11/2021), ditanggapi Kadivpas (Kepala Divisi Pemasyarakatan) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, DR. Suprapto, Bc.IP.,SH.,MH., yang menyatakan, bahwa pihaknya dari Divisi Pemasyarakan Kementerian Hukum dan HAM Bali bersama-sama UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pemasyarakatan Bali akan meningkatkan pelaksanaan pembinaan konseling dalam kegiatan “Therapy Stress” atau “Program Managemen Pengendalian Stres”.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Deklarasi Zero Halinar, Lapas Kelas II B Singaraja dan BNNK Buleleng Gelar Test Urine WBP

Menurut Kadivpas Suprapto, kegiatan tersebut merupakan program bagi mereka berupa bimbingan konseling dari Psikiater atau Konselor, terutama bagi WBP yang cenderung mengalami stres melalui “Therapy Stress” atau “Managemen Pengendalian Stres”.

Dijelaskan, kegiatan ini ditujukan sebagai bentuk upaya mengurangi derita yang dialami Narapidana dalam menjalani hukuman.

Lebih lanjut, disebutkan, program bimbingan konseling ini, sudah dilaksanakan di empat UPT, yaitu Lapas Kelas II B Tabanan, Lapas Narkotika Kelas II A Bangli, Lapas Kelas II A Kerobokan dan Lapas Kelas II B Karangasem yang berjalan bersama-sama program Rehabilitasi Sosial dan Rehabilitasi Medis bagi Narapidana pengguna Narkoba dan bekerjasama dengan Asosiasi Konselor Adiksi Indonesia (AKAI) Provinsi Bali.

Baca Juga :  Lapas Kelas II B Singaraja Raih Tiga Penghargaan, Kadivpas Suprapto Sebut Prestasi Pengungkit Bagi Satker di Lingkup Kanwil Kemenkumham Bali

“Program Managemen Pengendalian Stres” juga akan diterapkan di seluruh Lapas dan Rutan di seluruh Bali, termasuk di Lapas Kelas II B Singaraja,” tegas Kadivpas Suprapto.

Lanjutnya, program yang telah berjalan di empat Lapas tersebut, selain bekerjasama dengan Asosiasi Konselor Adiksi Indonesia (AKAI), pihaknya juga bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana serta Fakultas Kedokteran dan Psikologi Universitas Warnadewa, seperti yang dilaksanakan di Lapas Kelas II B Tabanan.

Maka dari itu, pihaknya berharap, agar pelaksanaan “Therapy Stress” bagi Narapidana dapat membantunya keluar dari masalah.

Baca Juga :  Meriahkan HDKD 2021, Kadivpas Suprapto Saksikan Lomba Buka Kunci Blok di Lapas Kelas II B Singaraja

“Kami berupaya mencari solusi mengatasi masalah yang dihadapinya serta dapat menurunkan tingkat stres yang dialami WBP/Narapidana”, pungkas Kadivpas Suprapto. (Red/Ace).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: