Peristiwa

Aksi WBP Wanita Coba Bunuh Diri Digagalkan Petugas Lapas Kelas II B Singaraja

JBM.co.id, Buleleng – Seorang WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) Wanita atas nama Fitriyaningsih berniat melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum detergen, digagalkan Petugas Jaga, bertempat di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas II B Singaraja, Kabupaten Buleleng, pada Kamis (18/11 2021).

Aksi percobaan bunuh diri sontak membuat kaget seluruh WBP dan Petugas Jaga di Lapas Kelas II B Singaraja.

Dalam keterangan persnya, Kalapas Kelas II B Singaraja, Mut Zaini memaparkan, aksi percobaan bunuh diri dilaporkan teman sekamarnya, yang dengan sigap membunyikan alarm. “Kejadiannya, berlangsung, pada 18 November 2021, pukul 21.05 WITA,” terangnya.

Lantaran bel Blok Wanita berbunyi, kemudian petugas jaga segera melakukan kontrol ke Blok Wanita, didampingi oleh Perwira serta Komandan Jaga.

Disebutkan, pada pukul 21.05 WITA, Petugas Jaga mengambil langkah cepat, dengan menghubungi Petugas Kesehatan dan diarahkan langsung ke UGD RSUD Buleleng oleh dokter, setelah langsung meminta izin darinya.

“Langkah cepat, sudah kami ambil. Kami harapkan, kejadian ini tidak terulang kembali,” jelasnya.

Menurutnya, WBP tersebut tiba di UGD RSUD Buleleng, pada pukul 21.10 WITA, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut, didampingi oleh Perwira, Petugas Jaga, Pengawas dan Tim Kesehatan Lapas Kelas IIB Singaraja.

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) Kemenkum HAM Bali, Jamaruli Manihuruk sangat mengapresiasi kesigapan Lapas Kelas II B Singaraja dalam menggagalkan aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan salah seorang WBP Wanita. Pihaknya menyebutkan masih mendalami penyebab aksi percobaan bunuh diri.

Sementara itu, menanggapi kejadian percobaan bunuh diri tersebut, Kadivpas (Kepala Divisi Pemasyarakatan) Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali, DR. Suprapto, Bc.IP.,SH.,MH., menyatakan, pihaknya dari Divisi Pemasyarakatan Kemeterian Hukum dan HAM Bali bersama-sama UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pemasyarakatan Bali akan melaksanakan pembinaan konseling, dalam kegiatan Therapy Stres dengan Program Manajemen Pengendalian Stress.

“Kami harapkan pelaksanaan Therapy Stress bagi WBP/Narapidana bisa membantu individu bersangkutan, agar keluar dari masalah dan dicarikan solusi mengatasi masalah yang dihadapinya. Hal ini bisa menurunkan tingkat stress yang dialami Narapidana”, pungkas Kadivpas Suprapto. (Red/Ace).

Banner Iklan Rafting Jarrak Travel

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button