Nasional

Menko PMK; Kegiatan KVKI Respons Umat Katolik Terhadap Situasi yang Melanda Bangsa

JBM.co.id | Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan bahwa kegiatan Kreasi Virtual Katolik Indonesia (KVKI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Indonesia (LP-3KN) merupakan respons umat Katolik terhadap situasi bangsa, khususnya wabah covid 19 yang melanda bangsa kita sejak Maret 2020.

Wabah covid 19, dengan multi dimensi dampak yang mengikuti dan diakibatkannya, menuntut segenap elemen bangsa untuk bekerjasama memberikan kontribusi kreatifnya agar situasi covid saat ini berhasil kita lewati bersama.

Karenanya, “penetapan tema; Persaudaraan Insani di Tengah Pandemi, untuk kegiatan ini sangat relevan dan selaras dengan harapan bangsa kita” lanjut Muhajir dalam sambutannya secara virtual.

Dengan tema yang demikian terlihat bahwa kreasi ini dimaksudkan untuk membina Iman masyarakat Katolik yang sejatinya tidak hanya sebagai pemeluk agama atau umat beriman saja tapi juga sebagai bagian dari warga negara Indonesia.

Baca Juga :  PEGAWAI KPK JADI ASN, INILAH SYARATNYA

Menko Muhajir mengingatkan pesan pahlawan nasional mgr Albertus Sugiyopranoto agar remaja dan umat Katolik dapat senantiasa berkembang secara rohani dan jasmani, seraya memperhatikan agama dan bangsanya. Harapan Sugiyopranoto agar pemeluk agama tidak berhenti sebagai umat beriman saja tetapi harus berpartisipasi dalam membangun bangsa, masih sangat relevan. “Semboyan yang dikenal dengan – 100% patriot dan 100% Katolik – telah menjadi dasar lahirnya banyak tokoh nasional dari kalangan umat Katolik yang mampu memberikan sumbangsih bagi bangsa dan Negara,” lanjut Muhajir.

Fokus pemerintah pada saat ini adalah pembangunan SDM Indonesia yang unggul. SDM yang unggul adalah manusia Indonesia yang professional, produktif, yang mampu bersaing, pandai berkolaborasi serta menjunjung tinggi perilaku dan kepribadian Indonesia.

Apek lain yang turut mendukung terbentuknya SDM unggul yang berkepribadian Indonesia yang baik dimana salah satu ditunjang oleh nilai-nilai agama. Setiap agama mengajarkan kebaikan, saling menghormati dan saling menghargai.

Baca Juga :  Jaksa Agung RI, ST Burhanudin : TP4 Sudah Tamat, Jaksa Kembali Ke Tupoksi

Nilai-nilai tersebut akan membentuk kepribadian yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga toleransi tinggi, moderat dan saling menghormati dan menghargai.

Hal ini sejalan dengan program besar bidang agama yang telah dicanangkan pemerintah Indonesia yaitu moderasi beragama.

Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap dan bertindak beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat dan harkat kemanusiaan serta kemaslahatan umum berlandaskan prinsip prinsip keadilan, keberimbangan dan mentaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

Moderasi beragama bertujuan untuk menciptakan kondisi yang harmonis, damai dan toleran. Oleh karena itu moderasi beragama menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa. Tidak hanya umat beragama tertentu sebagai bagian dari masyarakat sipil, tetapi juga birokrasi, dunia pendidikan, media, dunia politik, dan tentu saja juga dunia bisnis.

Baca Juga :  BIN dan Pemkot Bandung Gelar Rapid Test Massal

Kegiatan Kreasi Virtual Katolik Indonesia, kiranya dapat membentuk warga Katolik yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektualitas yang tinggi, tapi juga akhlak dan kepribadian yang luhur, moderat, mampu memelihara toleransi, dan semangat kerukunan, kegotong royongan sebagai umat beragama, pungkas Menko PMK.

Kegiatan KVKI yang dibuka Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober lalu telah menyelesaikan beberapa perlombaan diantaranya; Lomba Cerdas Cermat untuk kategori anak dan remaja, serta lomba Tutur Kitab Suci. Sedangkan Lomba Mazmur Tanggapan masih berlangsung. Kegiatan KVKI yang diikuti 500 peserta ini akan ditutup pada 28 Oktober yang akan datang. (Red/Aj).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: