Hukum

Penuhi 2 Kali Panggilan PN Tabanan, Gek Ayu Kesal dan Beberkan 9 Item Bule Jerman Berpotensi Dideportasi, Harapkan Kanwil Kemenkum HAM Bali Tindaklanjuti

JBM.co.id | Tabanan – Sebagai Warga Negara Indonesia yang taat hukum, Gek Ayu Rismini Lokika Wati, yang akrab disapa Gek Ayu memenuhi 2 (dua) kali panggilan Pengadilan Negeri Tabanan Kelas IB, bertempat di Jalan Pahlawan no 6 Tabanan.

Pada panggilan pertama, Gek Ayu datang ke Pengadilan Negeri Tabanan atas Permohonan Penetapan Pencatatan Perkawinan, yang dilayangkan Pemohon, berinisial HHN melalui Kuasa Hukum Pemohon, I Wayan Gede Mardika, S.H.,M.H. Herannya, tuntutan dilakukan WNA (Warga Negara Asing) asal Jerman sebagai Pemohon, dalam surat Relaas panggilan dengan Nomor Perkara 97/Pdt.P/2021/PN Tab, pada Jumat (10/9/2021).

Belum sampai 5 (lima menit) sidang berlangsung, Majelis Hakim Tunggal, Ni Luh Made Kusuma Wardhani telah mengetok palu sebagai tanda berakhirnya sidang.

Pasalnya, Majelis Hakim, Ni Luh Made Kusuma Wardhani didampingi Panitera Sri Uli Bunga Hutabarat dan Jurusita I Made Sumerta menyampaikan amar putusannya, yang isinya mengabulkan Pencabutan Permohonan oleh Pemohon dan memerintahkan kepada Panitera PN Tabanan, agar permohonan Nomor 97/Pdt.P/2021/PN Tab dicoret dari Register Perkara Permohonan yang sedang berjalan.

Lantaran Kuasa Hukum Pemohon, I Wayan Gede Mardika mencabut tuntutannya secara lisan dimuka Majelis Hakim di ruang sidang Cakra, PN Tabanan, pukul 10.35 WITA. Ia sempat memberikan keterangan, bahwa dirinya ingin membela hak-hak dari kliennya. “Kita akan membuat tuntutan baru,” ungkapnya singkat.

Berikutnya, Gek Ayu memenuhi panggilan kedua, yang kali ini, tercatat perihal gugatan perkara perdata yang dilayangkan Penggugat berinisial HNN melalui Kuasa Hukum Penggugat, I Wayan Gede Mardika, S.H., M.H., dalam perkara perdata bernomor 288/Pdt.G/2021/PN Tab tertanggal 7 Oktober 2021.

Dalam perkara perdata, Gek Ayu digugat oleh HNN, Bule asal Jerman, yang menurut Gek Ayu telah berpisah 18 tahun lalu.

Baca Juga :  WNA Denmark Dideportasi, Akibat Depresi Berat dan Meresahkan Masyarakat

“Semenjak si Bule Jerman mempunyai pacar baru, WNA ini, memaksa untuk mengesahkan perkawinan dengan Gek Ayu hanya untuk harta,” beber Gek Ayu.

Bahkan, Gek Ayu menyebut WNA seperti ini, mencoba memanipulasi peraturan hukum, untuk keuntungan finansial yang menyebabkan dampak besar bagi Orang-Orang Lokal atau Pribumi yang dinikahi Orang Asing.

Tak hanya Gek Ayu, Bule asal Jerman tersebut, juga memperkarakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil Kabupaten Buleleng) sebagai Turut Tergugat.

Dalam sidang perdana di PN Tabanan, pada Senin (18/10/2021), Majelis Hakim, saat itu, menyarankan mediasi, agar dicapai kesepakatan kedua belah pihak dan Majelis Hakim wajib menunjuk Mediator.

Pada kesempatan berbeda, saat dikonfirmasi awak media, pada Selasa (19/10/2021), Gek Ayu mengungkapkan kekesalannya atas tindakan WNA asal Jerman ini, yang kini, bertempat tinggal sementara di rumah pribadi Adirama Beach Hotel, Jalan Singaraja-Gilimanuk, Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang membawa perkaranya ke PN Tabanan.

Gek Ayu menyebut bule Jerman berusia lanjut, yang kini berumur 71 tahun tersebut, tak tahu rasa terima kasih dan menyebutnya WNA Jerman itu, dulunya, sempat diajak bersama dan dibiayai hidupnya selama 18 tahun. Bahkan, disebutnya, Bule asal Jerman itu, memanfaatkan Orang Lokal yang notabene hanya mendapatkan status atau sponsor tinggal di Indonesia. “Hal ini yang harus ditindaklanjuti pihak Kanwil (Kantor Wilayah) Kemenkum HAM Bali,” jelasnya.

Baca Juga :  Razia Blok Hunian Dalam Rangka Mewujudkan Lapas Kerobokan Bersih dari Narkoba dan Barang-Barang Terlarang

Bahkan, Gek Ayu telah merinci ada 9 (sembilan) item yang membuat pihaknya dirugikan atas tindak tanduk WNA (Warga Negara Asing) asal Jerman tersebut selama berada di Bali.

Foto : Gek Ayu saat hadir pada Sidang Gugatan Perdata di PN Tabanan, Senin (18/10/2021).
Foto : Gek Ayu saat hadir pada Sidang Gugatan Perdata di PN Tabanan, Senin (18/10/2021).

Dirinci Gek Ayu, kesembilan (ke-9) item tersebut adalah:

1. Bule Jerman itu sudah mengambil barang-barang seisi rumah dan tidak membayar kontrak, selama 11(sebelas) tahun beserta upah pegawai, yang menurut aturan Keimigrasian, Visa Lansia itu, harus mengontrak rumah, minimal 1 (satu) tahun dan harus menggaji upah karyawan, minimal 2 (dua) orang. Tetapi, Bule Jerman ini, malah tidak membayar apapun. Memang, Bule Jerman itu, yang dulu sempat diajak bersama dan dibiayai hidupnya selama 18 tahun dan sekarang, Bule Jerman itu, tak tahu rasa terima kasih. Bahkan, Bule Jerman tersebut, memanfaatkan orang lokal yang notabene hanya untuk mendapatkan status atau sponsor tinggal di Indonesia. Itu yang harus ditindaklanjuti sama Kanwil Kemenkum HAM Bali.

2. Visa Lansia seharusnya tidak boleh mempunyai atau terlibat dengan hukum. Misalnya seharusnya, dia hanya untuk Holiday dan menikmati hari tuanya.

3. Mencemarkan nama baik, karena melaporkan Gek Ayu atas dasar penggelapan aset, yang akhirnya laporan tersebut ditolak, karena, tidak ada unsur dan tidak terbukti.

4. Bule asal Jerman itu main klaim perusahaan tanpa ada bukti.

5. Jangan sampai ada WNA memanfaatkan Orang Lokal, yang hanya ingin status di Bali dan tidak berkontribusi ke Negara Indonesia.

6. Membuat terganggu dan ketidaknyamanan, karena didatangi oleh preman-preman dan orang-orang yang tidak dikenal atas perintah serta izin si Bule Jerman tersebut.

Baca Juga :  Langgar Izin Tinggal dan Overstay, WNA Kanada Dideportasi

7. Memaksa mengesahkan perkawinan yang tidak teregistrasi di Adat dan Dinas, padahal sudah 18 tahun berpisah.

8. Dulu 21 (dua puluh satu) tahun yang lalu, saat bersama Bule asal Jerman tersebut, hanya melakukan upacara yang disaksikan keluarga saja dan si Bule Jerman tidak mau didaftarkan / diregistrasi perkawinannya dan tidak menyiapkan dokumen persyaratan, sesuai dengan peraturan pernikahan Orang Asing dengan Orang Lokal. Namun, sekarang, malah ingin disahkan, hanya karena ingin meng-klaim semua apa yang sudah Saya miliki dan sudah terbukti hasil jerih payah Saya sendiri.

9. Kerugian materi/finansial selama 18 tahun membiayai hidupnya WNA asal Jerman. Kita keluarkan dana untuk biaya hidupnya.

“Sekali lagi, ini bule Jerman memang betul-betul tak tahu rasa terima kasih dan ingin manfaatkan orang lokal, yang notabene hanya untuk mendapatkan status atau sponsor tinggal di Indonesia. Ini berpotensi untuk dideportasi,” tegas Gek Ayu.

Bahkan, pada kesempatan tersebut, Gek Ayu memohon kepada Kanwil (Kantor Wilayah) Kemenkum HAM Bali, khususnya bagian Keimigrasian, untuk memeriksa bule Jerman tersebut dan memprosesnya, agar segera dideportasi ke Negara Asalnya, Jerman, karena, berpotensi atau patut diduga melakukan tindakan melanggar aturan Keimigrasian.

“Saya mohon Kanwil Kemenkum HAM Bali menerjunkan tim khusus. Deportasi saja Bule Jerman itu, karena telah menyusahkan pihaknya sebagai Orang Lokal Indonesia, khususnya, Bali”, pungkasnya.

Penulis : Ace W
Editor    : Agus Jaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: