Politik

Mantan Pengurus Partai Demokrat Kecewa AD/ART Dipermasalahkan

JBM.co.id | Denpasar – Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai Demokrat yang dinyatakan salah oleh kubu Moeldoko ditanggapi ketua DPD Demokrat Bali I Made Mudarta mengatakan sebenarmya tidak ada AD/ART salah karena itu merupakan produk dari forum dan kongres yang merupakan forum tertinggi di Partai Demokrat yang memiliki kewenangan salah satunya membuat ataupun menyempurnakan AD/ART,
Hal tersebut diungkapkan Mudarta di kantornya Rabu, 06/10/2021

Pengambil alihan partai Demokrat yang dilakukan oleh kelompok yang melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) di Medan, kami tidak berhenti sampai di sana ketika kelompok tersebut mengajukan SK kepengurusan, mendaftarkan AD/ART ditolak oleh Kemenhumkam dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

Disamoing itu ada 4 mantan kader partai Demokrat uang telah diberhentikan oleh DPP partai Demokrat dimanfaatkan oleh kelomlok yang melakukan gerakan GPKPD untuk melakukan yudisial review di Mahkamah Agung (MA) dengan pengacaranya Yusril Isa Mahendra. Dikatakan ini terobosan baru.

Baca Juga :  AHY Bertemu Anies, Saling Apresiasi dan Ingin Terus Berkolaborasi

Sesungguhnya MA sesuai dengan konstitusi yang brrlaku tidak ada kewenangan untuk menguji produk AD/ART karena bukan produk perundang – undangan.

Akibatnya dampaknya akan luas sekali. Jika MA meluluskan uji materi semua partai lain juga mengalami hal sama,.akan menambah kekisruhan baru serta tidak hanya kapasitas partai politik saja melalui AD/ART juga.

Seperti Perseroan Terbatas (PT) ada AD/ART itu bisa digugat kalau pengurusnya ada yang kecewa dampaknya akan luas.

“Energi anak bangsa akan habis kalau bertengkar di dalam akan sibuk di dalam, sementara negara – negara lain seperti Eropa, Amerika sibuk dengan kemajuan”, ucapnya.

Baca Juga :  Satu Petugas Medis Di Pacitan Yang Positif Covid-19, Sebelumnya Melakukan RDT 237 Badan Adhoc KPU

Kenapa di Indonesia sekarang sibuk dengan berbagai isu agama, otak atik organisasi yang sudah mantap padahal opsi – opsi lain masih banyak yang bisa dipilih.

Dengan diujinya AD/ART yang merupakan produk dari Kongres
partai Demokrat yang ke 5 di Jakarta dengan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bagi kami sebagai peserta Kongres ke 5 sudah sesuai dengan undang – undang Partai Politik.

“Ini merupakan usaha sekelompok kecil mantan pengurus partai Demokrat yang kecewa akan menghambat dengan menggunakan pengaruh”, terangnya.

“Keyakinan kami kepada pengadilan dan hukum kita tetap tegak di samping itu juga ada undang – undang tertulis dan etika kepatutan, kepantasan yang harus dijunjung tinggi sebagai budaya bangsa Indonesia yang memiliki dasar negara Panca Sila kalau itu diterapkan dengan baik mestinya kekisruhan seperti ini tidak akan terjadi.

Baca Juga :  BULAN BUNG KARNO: DPC PDIP BULELENG BAGI-BAGI SEMBAKO KE PANTI ASUHAN

Disinggung kekisruhan ini akan mengganggu elektabilitas AHY sekarang ini justru semakin meningkat. Mudarta mengatakan filosofinya semakin tinggi posisi kita terjangan angin semakin kencang

“Adanya gangguan dan cobaan dari luar justru semakin banyak masyarakat yang bersimpati kepada partai Demokrat, bersimpati kepada ketua umum AHY , serta semakin banyak yang minta KTA bergabung dengan partai Demokrat.

Ini sisi positif gangguan dari luar selebihnya tidak ada dampak apa – apa bagi partai Demokrat serta kepengurusan,” tegas Mudarta. (Red/Yut).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: