Pariwisata

Putu Suasta: “Pemimpin Harus Yakinkan Dunia Bahwa Bali Aman dan Nyaman Dikunjungi”

JBM.co.id, Denpasar – Jelang dibukanya kembali penerbangan Australia ke Bali pada Maret 2022 mendatang, ada peringatan dari pemerhati sosial dan politik, I Putu Suasta, buat pemerintah termasuk Pemprov Bali.

Suasta menegaskan bahwa penerbangan kembali Australia ke Bali merupakan angin segar bagi dunia pariwisata Bali, namun untuk menyambut rencana penerbangan tersebut, pemerintah harus berinovasi. Kata dia, untuk kembali membangkitkan perekonomian Bali maka perlu ada relaksasi pajak, yang tidak ditagih pada awal tahun. Begitu juga dengan perbankan harus memberikan kesempatan lebih besar lahi kepada UMKM di Bali.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Ikuti Virtual Meeting Gerakan Sosial Peduli Bali, Pastikan Objek dan Akomodasi Pariwisata Siap Menerima Wisatawan

“Pemimpin Bali harus lebih kreatif dan inovatif dalam membuat kebijakan-kebijakan ekonomi menjelang dibukanya penerbangan Autralia ke Bali. Sebab Bali hanya bergantung pada pariwisata saja, kalau idak ada kebijakan mendukung pariwisata Bali bisa bangkrut, dan ujungnya PAD di Bali juga hanya mengandalkan pariwisata saja,” ujar Suasta, Rabu (8/9/2021) siang.

Suasta juga menyarankan agar pemimpin Bali harus berani membuat moratorium pembangunan hotel untuk menstabilkan ekonomi.

Suasta menyatakan bahwa di era pandemic Covid-19 untuk memulihkan ekonomi, sarana pendukung pertanian di Bali belum memadai. Pasalnya budaya masyarakat Bali bergerak pada jasa bukan pertanian. “Kalau berbicara pemulihan, pertanian masih lama dan tidak memungkinkan. Pertanian untuk kebutuhkan lokal bisa saja digenjot asalkan PPKM bisa dilongarkan agar pasar lokal dari Jakarta bisa masuk Bali,” jelas Suasta yang jebolan Cornell University, Amerika Serikat itu.

Baca Juga :  Wagub Bali Cok Ace Hadiri Simakrama BMPD Bali di Ubud

Suasta menawarkan sejumlah konsep jelang dibukanya kembali penerbangan Australia ke Bali pada Maret 2022 mendatang. Misalnya Pemprov Bali harus membuka kembali pelatihan-pelatihan. “Dan Pemprov Bali harus bisa memainkan isu Covid-19 yang tidak perlu berlebih-lebihan,” sarannya.

Kata dia, Pemprov Bali harus mampu meyakinkan negara-negara lain tentang keamanan dan kenyamanan di Bali kendati sedang dalam masa pandemic Covid-19. Ditambahkannya, memberikan kepercayaan kepada masyarakat dunia sangat penting agar saat Bali dibuka kembali para wisatawan tidak ragu berkunjung kembali ke Bali sebagai destinasi wisata utama. “Kalau Bali dibuka dan turis tidak ada karena takut ke Bali, sama aja bohong,” pungkas Suasta. (Red/Aj).

Baca Juga :  WAGUB COK ACE: PANDEMI COVID-19 AJARKAN WAKTU KITA BENAHI PARIWISATA BALI

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: