Daerah

Penyerahan Remisi Umum Bagi Narapidana dan Anak di Lapas Kelas II A Kerobokan, dalam Rangka Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76

JBM.co.id, Kerobokan – Dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) ke-76 Kemerdekaan Republik
Indonesia, dengan tema “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di seluruh Indonesia melaksanakan “Pemberian Remisi Umum Bagi Narapidana dan Anak Tahun 2021”, secara serentak yang terpusat di Graha Bhakti Pemasyarakatan. Khusus di Provinsi Bali, “Pemberian Remisi” dilaksanakan di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas II A Kerobokan, pada Selasa (17/8/2021).

Pemberian Remisi Umum bagi Narapidana dan Anak diserahkan langsung oleh Gubernur Bali, Dr.Ir. Wayan Koster, MM., didampingi Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) Kementerian Hukum dan HAM (Hak Asasi Manusia) Bali, Jamaruli Manihuruk, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Suprapto dan Kalapas (Kepala Lembaga Pemasyarakatan) Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, A.md.I.P.S.H.,M.H., kepada perwakilan narapidana, yang disaksikan undangan lainnya, yaitu Forkompimda serta Mitra Pembinaan dan Pendidikan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan).

Kakanwil Jamaruli Manihuruk mengungkapkan, pemberian remisi ini, merupakan bentuk pembangunan manusia, dalam proses Pemasyarakatan
terhadap Narapidana dan Anak, yang salah satunya, adalah pemenuhan serta perlindungan terhadap hak-hak yang harus dihormati, sesuai dengan Pasal 14 Undang Undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Lebih lanjut dijelaskan, adapun Remisi yang diberikan terdiri dari Remisi Umum I diberikan kepada 1906 orang Narapidana dan Remisi Umum II diberikan kepada 36 orang Narapidana, yaitu Remisi yang diberikan kepada Narapidana, yang saat pemberian langsung dibebaskan.

“Jadi, total Narapidana keseluruhan di Provinsi Bali yang mendapatkan Remisi, dalam Rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76 berjumlah 1942 Orang dari 2940 jumlah Narapidana keseluruhan, per hari ini, tanggal 17 Agustus 2021,” kata Kakanwil Jamaruli Manihuruk.

Syarat- Syarat Pemberian Pemberian Remisi tersebut, lanjut Kakanwil Jamaruli Manihuruk, diberikan pada Narapidana dan Anak, sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan
Hak WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), sebagaimana diubah terakhir kali oleh Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP (Warga Binaan
Pemasyarakatan) serta Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi dan Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas,
dan Cuti Bersyarat.

Selanjutnya, Kakanwil Jamaruli Manihuruk menyatakan bahwa, “Penyerahan Remisi Umum”, dalam Rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76 adalah suatu hak WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), yang diberikan oleh Negara bagi WBP yang telah memenuhi syarat atau berprilaku baik.

Tentunya, lanjut Kakanwil Jamaruli Manihuruk, Pemberian Remisi ini, diberikan kepada WBP yang sudah memenuhi Kriteria dan Ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, selama masa Pembinaan di
Pemasyarakatan.

Sementara, Kalapas (Kepala Lembaga Pemasyarakatan) Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, A.md.I.P.S.H., M.H., menjelaskan, adapun kegiatan pembinaan yang dilakukan secara rutin di
Lapas Kerobokan, diantaranya Pelatihan Peternakan, Pertanian, Tata Boga, Sablon, Melukis, Kerajinan Perak, Menjahit, Teknik Las dan beberapa kegiatan pembinaan lainnya.

Hal tersebut, penting bagi WBP, setelah keluar dari Lapas Kerobokan, sebagai bekal, untuk dapat hidup secara normal dan berbuat lebih baik, dengan tidak mengulangi tindak pidananya, sehingga nantinya, para WBP siap untuk dapat diterima kembali di lingkungan
masyarakat,” ungkap Kalapas Fikri Jaya Soebing.

Sementara, secara virtual, Menteri Hukum dan HAM RI, Prof. Yasonna Laoly, dalam sambutannya, mengatakan bahwa, Pemberian Remisi ini, bukan serta-merta bentuk kemudahan bagi WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), untuk cepat bebas, akan tetapi, merupakan instrumen dan wahana normatif, untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan mendorong motivasi diri, agar WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), mempunyai kesempatan, kesiapan budaya dan adaptasi tinggi, dalam proses Reintegrasi Sosial, melakukan internalisasi dan implementasi nilai-nilai pembinaan yang diperoleh, sebagai modal untuk kembali ke lingkungan masyarakat, secara tepat dan nyata.

Selanjutnya, dipaparkannya, bertepatan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah memberikan remisi kepada 134.430 orang Narapidana dan Anak,
dimana sebanyak 2.491 orang dinyatakan langsung bebas.

Menteri Hukum dan HAM RI, Prof. Yasonna Laoly, juga menyampaikan kebijakan, untuk menurunkan potensi penularan Covid-19, dengan mengurangi kepadatan narapidana di Lapas/Rutan, yaitu dengan mempercepat pengeluaran narapidana melalui program asimilasi dan integrasi.

Kebijakan ini, didasarkan pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 24 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak, dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Kemudian, Kakanwil Jamaruli Manihuruk menjelaskan, jajaran Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Bali, sejak bulan Maret Tahun 2020 hingga saat ini, telah memberikan Asimilasi sebanyak 852 orang dan Integrasi sebanyak 929 orang, sehingga total keseluruhan yang diberikan Asimilasi dan Integrasi sebanyak 1.781 orang.

Upaya lain yang dilakukan dalam menangani pandemi Covid-19 adalah dengan melakukan program vaksinasi bagi WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) di Lapas/Rutan.

“Sampai saat ini, WBP di Provinsi Bali yang telah divaksinasi Tahap I
sebanyak 3010 orang dan vaksinasi tahap II sebanyak 134 orang,” pungkas Kakanwil Jamaruli Manihuruk.

Penulis : Ace W
Editor    : Agus Jaya

Related Articles

2 Comments

  1. 862932 763375You can undoubtedly see your enthusiasm within the work you write. The world hopes for a lot more passionate writers like you who arent afraid to say how they believe. Always go soon after your heart. 69849

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button