Pendidikan

Ratusan Siswa Tak Dapat SMA, Sejumlah Ortu Unjuk Rasa ke Kantor DPRD Bali

JBM.co.id, Denpasar – Ratusan Ortu (orang tua) yang anaknya tak mendapat SMA dan sejumlah siswa SMP mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali, Sumerta, Denpasar, pada Senin (26/7/2021).

Unjuk rasa tersebut, dilakukan, untuk menanyakan nasib anak mereka yang tercecer.

Massa kecewa, mengapa anak mereka tak mendapat sekolah, sedangkan aktivitas sekolah, seperti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sudah dimulai.

“Siswa yang lain kok diterima pak, tiang ndak tau jalur mana, jalur mana,” ujar salah satu ortu siswa.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, Dr. Nyoman Sugawa Kory bersama sejumlah anggota DPRD saat menerima ortu siswa menegaskan, akan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Kami dari DPRD Bali akan mendesak, Wakil Gubernur juga siap menyampaikan kepada Gubernur untuk menuntaskan masalah ini,” ungkapnya di hadapan massa. Dewan juga siap mendukung alokasi anggaran terhadap penambahan ruang kelas untuk siswa yang tercecer.

“Komisi IV juga setuju, bila perlu anggaran DPRD dikurangi, agar siswa ini ditampung. Kami tugaskan komisi IV untuk mengkoordinasikan lagi,” sambung Ketua DPD Golkar Provinsi Bali itu.

Kepada ortu, Sugawa Kory menegaskan, DPRD tidak dalam kapasitas memutuskan. Namun sebagai wakil rakyat, DPRD siap berada di posisi rakyat dan mendesak eksekutif untuk menuntaskan persoalan ini.

Sementara, salah satu perwakilan “Orangtua Siswa”, I Wayan Manu, menjelaskan, dirinya tidak bisa menyekolahkan anaknya, jika diarahkan ke sekolah swasta, karena terbentur biaya.

Selain itu, pendaftaran di sekolah juga, dikatakannya telah tutup dan telah selesai melaksanakan MPLS.

“Kami dijanjikan selama dua minggu, tetapi, pendaftaran sudah tutup. Kalau anak kami sekolah di swasta itu sudah tidak mungkin, terbentur biaya. Kalau kami memcari di negeri hanya dijanji -janjikan terus, sedangkan data kami sudah ada di Komisi IV,” terangnya.

Wayan Manu dan para orang tua siswa lainnya juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan, setiap datang ke dinas maupun dewan, ia mengandaikan sudah kenyang dengan janji-janji saja. “Sudah sering kami dapat janji, kami harapkan, sekarang agar ada keputusan,” tegasnya.

Jika tak kunjung ada solusi, dia menyebut akan ada aksi dengan jumlah besar-besaran,” tutupnya.

Penulis : Ace W
Editor : Agus Jaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: