JBM.co.id, Kerobokan Badung – Kalapas (Kepala Lembaga Pemasyarakatan) Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, A.md.I.P.S.H.,M.H., mengungkapkan bahwa, Lapas Kelas II A Kerobokan dibawah kepemimpinannya, hanya menangani Napi atau istilahnya WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) berjenis kelamin “Laki-Laki”.

Hal ini, diungkapkan Fikri Jaya Soebing, saat dikonfirmasi awak media, pada Jumat (11/6/2021), atas pemberitaan salah satu media besar, yang menyebutkan tewasnya “Napi Perempuan”, setelah minum racikan oplosan dicampur desinfektan. “Napi yang tewas itu, “Perempuan”. Jika urusan “Perempuan”, coba tanyakan Bu Lili,” tegas Fikri.

Sekali lagi, Fikri Jaya Soebing menegaskan bahwa, ” Perlu diluruskan. Mohon dibedakan. Kami, itu beda Manajemen. “Itu “Napi Perempuan”. Bukan “Napi Laki-Laki”. Jika “Napi Perempuan”, ditangani “Lapas Perempuan Denpasar”, yang dikepalai Ibu Lili. Kalau Saya, khusus tangani Napi, yang berjenis kelamin “Laki-Laki,” tegasnya.

Bahkan, Fikri Jaya Soebing mengingatkan, rekan-rekan media, agar jangan sampai salah sebut, apalagi salah tulis, nantinya malah tertulis “Lapas Kerobokan” lagi.

Apalagi memasang foto “Lapas Kerobokan”. Seharusnya, dipajang foto “Lapas Perempuan Denpasar”. Padahal kami, hanya menangani “Napi Laki-Laki”. Cross cek dulu, sebelum naikkan beritanya,” ujar Fikri Jaya Soebing.

Kalapas Perempuan Denpasar, Lily, SH.MH.
Kalapas Perempuan Denpasar, Lily, SH.MH.

Sementara, Kalapas Perempuan Denpasar, Lily, SH.MH., saat dikonfirmasi awak media, membenarkan, bahwa Napi yang tewas itu, “Perempuan”, yang meregang nyawa, karena, meminum racikan oplosan, agar punya efek, seperti narkoba.

Disebutkan Kalapas Lili, “Napi Perempuan” yang dipenjara itu, terlibat kasus “Narkoba”. “Tidak ada “Narkoba”. Tidak ada “Sabu”. Mereka lalu mencari cara. Bagaimana cari celah, dengan meracik oplosan bercampur desinfektan,” terang Lili.

Lili memaparkan, desinfektan itu, digunakan sebagai bagian dari protokol di “Lapas Perempuan Denpasar”. Namun, rupanya, cairan itu, disalahgunakan,” ungkap Lili.

Selanjutnya, Lili mengaku kaget, saat pertama kali mendengar itu dan secepatnya melakukan pertolongan, dengan melarikan “Napi Perempuan” tersebut, ke rumah sakit,” paparnya.

“Kami telah berusaha maksimal. Namun, satu “Napi Perempuan” akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Bagaimanapun keselamatan Napi Perempuan, merupakan “Harga Mati!!!,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here