JBM.co.id, Karangasem – Bupati Gede Dana menaruh perhatian serius terhadap keberadaan LPD (Lembaga Perkreditan Desa) di Karangasem.

Menurutnya, LPD sebagai Lembaga Keuangan Desa, telah banyak memberikan kontribusi untuk masyarakat desa. Namun dibalik itu, masih ada beberapa LPD yang mengalami masalah dalam administrasinya, misalnya nasabah yang tidak bisa mencairkan uang mililknya.

Terdapat juga di beberapa tempat, LPD yang tidak mampu berkembang. Hal ini sering dikarenakan SDM di dalam LPD yang tidak kompeten sehingga LPD tidak berkembang.

Menyelamatkan LPD dari berbagai masalah tersebut, Bupati Gede Dana mengundang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karangasem, Aji Kalbu Pribadi, membina 190 LPD yang ada di Karangasem.

Sebanyak 60 pengurus LPD se-Karangasem hadir langsung di Wantilan Kantor Bupati untuk mengikuti Workshop pembinaan dan pengelolaan LPD ini, sedangkan, 130 pengurus lainnya, mengikuti workshop secara virtual di kantornya masing-masing.

Bupati Gede Dana berharap, dari Workshop ini, LP-LPD (Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa), BKS- LPD (Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa) dan LPD itu sendiri, mampu menemukan solusi untuk pemecahan masalah ini.

Disisi lain, Bupati juga ingin agar seluruh LPD di Karangasem tidak menyalahgunakan wewenang dan bekerja sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

“Terimakasih banyak atas kehadiran Bapak Kajari yang mau turun langsung membina LPD di Karangasem.

Saya tidak ingin LPD di Karangasem tersangkut kasus hukum, seperti beberapa kejadian di Kabupaten lainnya di Bali. Jangan ada rasa khawatir.

Serius dan cermati apa yang dikatakan Kajari. Fahami hak dan kewajiban LPD,” tegas Bupati Dana.

Di tengah perkembangan lembaga-lembaga keuangan di masyarakat, Bupati Gede Dana ingin LPD menjadi kuat. LPD bisa lebih dipercaya dan masyarakat semakin fanatik untuk memanfaatkan layanan jasa keuangan LPD. Dengan demikian LPD yang merupakan milik desa adat akan semakin kuat dan berdaya saing.

Selain itu, Ia juga meminta agar LPD bisa ikut serta membantu permodalan IKM/UMKM di desanya masing-masing. Sehingga masyarakat pun merasakan manfaat dari keberadaan LPD.

Dengan demikian kepercayaan masyarakat pun semakin tinggi terhadap LPD dan LPD mampu berperan langsung menjadi penggerak ekonomi Desa Adat serta mensejahterakan krama Desa.

“Mengelola uang rawan godaan. Godaan masyarakat, godaan dari diri sendiri. Keliang Desa pun jangan sembarangan diberi pinjaman.

Jika memaksa, harus ada perjanjian antara kedua belah pihak”, ucap Gede Dana sembari menyatakan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan selalu berkontribusi demi kemajuan menuju Karangasem Era Baru.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Karangasem Aji Kalbu Pribadi memberikan penjelasan terhadap seluruh pengurus LPD di Kabupaten Karangasem terkait pembinaan pengelolaa keuangan dan kelembagaan LPD.

Dalam sambutannya, Kajari menegaskan kepada seluruh pengurus Lembaga Perkreditan Daerah (LPD) di Karangasem untuk tidak melakukan kesengajaan penyimpangan yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, penggelapan ataupun gugatan-gugatan.

Aji Kalbu mengungkapkan, saat ini Instansi Kejaksaan sendiri tidak mengutamakan pemrosesan ataupun mem BAP suatu kasus. Karena saat ini Kejaksaan akan lebih bersifat mencegah dan memberikan pembelajaran terkait hukum kepada masyarakat.

“Mindset Kejaksaan sekarang sudah berubah, bukan lagi sebuah prestasi bila sampai mempidanakan saudara-saudara pengurus LPD, saat ini Kejaksaan lebih bersifat prefentif untuk memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat”, papar Aji Kalbu.

Hadir pula sebagai moderator Sekda Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Merta, narasumber, Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi, Kepala BKS, Kepala Kantor Bank BPD Bali Cabang Karangasem dan Plt. Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Karangasem. (Red/Jabe/Pkp).

JBM Karangasem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here