JBM.co.id, Denpasar – CEO Kepeng.io., I Gede Putu Rahman Desyanta, mengungkapkan, Blockchain, teknologi general ledger terdistribusi adalah teknologi yang melatar belakangi adanya Cryptocurrency atau tokenisasi di dunia. Perkembangan teknologi ini mengantarkan dunia pada era baru. Blockchain adalah salah satu teknologi yang termasuk dalam revolusi industri 4.0.

Token Crypto adalah aset digital atau mata uang digital yang digunakan untuk denominasi dari cryptocurrency. Token merepresentasikan suatu aset atau utilitas dari suatu aset yang berada dalam jaringan blockchain dimana dapat memungkinkan pemegangnya untuk melakukan investasi atau transaksi ekonomi.

Token memiliki nilai yang terukur atau tangible dimana digunakan sebagai perwakilan dari sesuatu hak.

Contoh token dalam dunia nyata adalah seperti kartu KTP adalah sebuah tanda sah bahwa anda adalah warga Indonesia, kartu kunci hotel adalah sebuah tanda sah bahwa anda memiliki hak untuk menggunakan ruangan di hotel tersebut dan banyak lagi.

Dalam dunia crypto Token tersebut dicontohkan dengan cryptocurrency dan NFT item.

Terdapat 2 jenis token yaitu Fungible Token dan Non-Fungible Token. Fungible Token adalah token yang memiliki nilai yang sama dan dapat diperjual belikan. Dalam hal ini contoh dari Fungible Token adalah mata uang, aset crypto.

Contohnya, 50.000 rupiah yang dimiliki oleh satu orang memiliki nilai yang sama dengan 50.000 rupiah yang dimiliki oleh orang lain dalam waktu yang sama.

Dalam dunia Crypto, fungible token ditujukan pada cryptocurrency yang kita banyak kenal sekarang seperti BITCOIN, DOGECOIN, KEPENG, ETHER dan banyak lagi.

Non-Fungible Token(NFT) adalah token yang tidak memiliki nilai yang sama dan tidak dapat ditukarkan antara satu NFT dengan NFT yang lain begitu saja. NFT memiliki nilai keunikannya sendiri antara satu NFT dengan NFT yang lain.

Dalam protokol blockchain, NFT token ini dibentuk dengan standar ERC721, dimana setiap aset atau token yang dibentuk memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Non-Fungible Token dalam hal ini bisa macam-macam, bisa lukisan, karya seni, patung, barang koleksi, akses dan banyak lagi.

Satu NFT dengan NFT lainnya tidak dapat ditukarkan karena memiliki nilai emosi atau intrinsik yang berbeda.

Pasar NFT di dunia terus berkembang di tahun 2021. Perkembangan kapitalisasi NFT di tahun 2021 mencapai 1.785%. Hal ini didorong dengan munculnya banyak marketplace yang menjual NFT aset dan peminatnya sangatlah banyak di seluruh dunia.

Teknologi NFT adalah inovasi teknologi blockchain. Sejarah adanya NFT ini cukup panjang semenjak adanya booming penggunaan Fungible Token atau cryptocurrency.

Diawali pada tahun 2012 dengan colored coin, NFT pertama kali dijelaskan. Selepas dari itu, tahun 2015, sebuah game bernama spell of genesis, adalah game yang pertama kali menggunakan blockchain untuk menerbitkan aset didalam game.

Tahun 2016, sebuah game trading kartu yang bernama Force Of Will menggunakan NFT dalam menerbitkan kartunya. Tahun 2017 terdapat fenomena yaitu Cryptokitties dan Cryptopunks.

Cryptokitties adalah game untuk membesarkan, merawat dan melakukan perkawinan virtual yang dilakukan secara digital.

Setiap kucing virtual dalam Cryptokitties memiliki karakteristik sendiri, gen sendiri dan saat dikawinkan akan menjadi aset digital unik yang baru. Game ini mencapai penghasilan yang eksponensial mencapai 600 ETH(atau sekitar USD$172.000 pada saat itu).

Cryptopunks adalah icon yang dihasilkan secara algoritmatik yang berisi 24×24 pixel gambar unik satu sama lain yang berada pada jaringan etherium blockchain. Terdapat 10.000 Cryptopunks yang diciptakan.

Setiap Cryptopunks memiliki tampilan yang sangat unik dan tidak sama satu sama lain. Dari petama diciptakan, Cryptopunks dengan cepat disclaim sehingga 10.000 cryptopunks habis terclaim pada komunitas.

Perkembangan NFT mengantarkan cryptopunks menjadi komoditas koleksi yang sangat langka dan diperjualkan cukup mahal. Hingga pada mei 2021 ini, total jumlah penjualan cryptopunks mencapai USD$ 17juta dolar.

Untuk dapat memiliki NFT aset, perlu adanya market place atau pasar dalam jual beli aset NFT ini. Kini telah banyak market place NFT di dunia.

Setiap marketplace memiliki tipe penjualan yang berbeda, aset NFT yang dijual bisa saja karya seni, karya seni digital, momen olahraga, kartu-kartu koleksi, barang-barang langka, dokumen penting dan banyak lagi.

Melihat pesatnya perkembangan NFT dan apa yang bisa NFT lakukan, Teknologi ini dapat digunakan untuk banyak implementasi untuk seni dan budaya di Bali.

Teknologi ini dapat menjadi basis perkembangan dalam misi untuk mengembangkan, melestarikan dan melindungi setiap karya seni dan warisan budaya di Bali. (Red/Ace).

JBM Denpasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here