Pendidikan

Pengalaman Luar Biasa, Saat Wakili Bali Jadi “Duta Bahasa Nasional”

JBM.co.id, Denpasar – Duta Bahasa Provinsi Bali 2020, sekaligus anggota Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali, I Komang Heryawan Trilaksana (Hery) didampingi Ni Putu Nanda Kebayan Sari atau akrab disapa Nanda mengungkapkan, sebagai “Duta Bahasa tahun 2020, mereka bersiap menyambut “Duta Bahasa 2021”,yang setiap tahunnya, selalu terisi 20 orang peserta baru.

Lebih lanjut, menurut Nanda, anggota paguyubannya berasal dari peserta yang lolos seleksi hingga “Grand Final” pemilihan “Duta Bahasa” Provinsi Bali 2021.

“Pesertanya diseleksi dari test tulis dan wawancara, terkait dengan tata bahasa serta kepribadian.

Selanjutnya, imbuh Hery, syaratnya, lebih banyak hal yang diseleksi hingga masuk “Grand Final”, juga melalui proses seleksi, misalnya kemampuan bakat, test bahasa Indonesia dan juga bahasa daerah serta bahasa asing, dilengkapi kemampuan berdebat,” ungkap Hery.

“Kami mewakili “Duta Bahasa” tahun 2020, yang masuk tiga besar dan mewakili Bali ke tingkat Nasional di Jakarta,” tutur Hery.

Soal prestasi ke Jakarta, Hery menyatakan, belum memperoleh hasil maksimal, saat mewakili Bali. Namun, Hery menyadari, saat berkompetisi di Jakarta, mendapat pengalaman yang sangat luar biasa, yang diakuinya, ternyata,

“Diatas Langit masih Ada Langit”, masih banyak kemampuan yang belum digali dan pihak lawan mempunyai kemampuan yang luar biasa, diatas rata-rata,” kata Hery.

Soal pengalaman, lanjut Hery, secara pribadi dirasakan banyak sekali ilmu-ilmu terbaik didapatkan, dalam ajang tersebut, yang ternyata, banyak hal terbaru, yang patut dipelajari lebih lanjut, diluar jamgkauan kemampuan kami dan banyak yang perlu diresapi lebih dalam,” ungkap Hery.

Selanjutnya, Hery berpesan bahwa, Kita semuanya adalah “Sang Juara”. Jadi, pemenang sejati adalah dia yang berkontribusi dan berdampak secara nyata. Hery merasa telah berperan nyata, dalam dunia tata bahasa secara langsung. ” Ya berperanlah terkait bahasa, sastra dan literasi,” kata Hery.

Terkait dengan pengetahuan dalam dunia kebahasaan, sambung Nanda, lewat “Duta Bahasa” mendapatkan pengalaman yang luar biasa sebagai bentuk penghargaan. “Disini, kami tidak hanya memikirkan relasi dan juara, akan tetapi, kami sudah menjadi satu keluarga besar,” pungkas Nanda. (Red/Ace).

JBM Denpasar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button