JBM.co.id, jembrana – Salah seorang sopir travel, Adi Sujarwo (AS) akhirnya ditahan Petugas Kepolisian, karena, menggunakan surat keterangan “Rapid Test Sars Vov-2 Antigen Negatif” yang diduga palsu, bertempat di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya, pertigaan Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada hari Minggu (9/5/21), Pukul 01.00. Wita.

Modusnya, pelaku mencari keuntungan dengan menggunakan surat “Rapid Test”, agar bisa melewati pos pemeriksaan.

Kronologis kejadiannya, berawal, saat Petugas Kepolisian melakukan pemeriksaan surat hasil “Rapid Test” di pos sekat Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada hari Minggu (9/5/21).

Saat itu, AS menunjukkan 7 (tujuh) lembar surat “Rapid Test Sars Vov-2 Antigen Negatif”, untuk para penumpangnya kepada Petugas Kepolisian.

Karena curiga, petugas pos melakukan interogasi. Saat itu, AS mengaku menggunakan surat yang diduga palsu, agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas.

Menurut pria kelahiran Lumajang, Jawa Timur, 1 Mei 1982 ini, surat “Rapid Test” dipersiapkan untuk para penumpangnya, dengan cara membeli, yang dipesan melalui temannya, Muhamad Khoirul Anam (MKA) alias Irul di Denpasar.

Lebih lanjut, AS memaparkan bahwa para penumpang diwajibkan mengirimkan foto KTP, dengan harga lima puluh ribu rupiah (Rp.50.000,00) per lembar.

Dari tangan tersangka AS, petugas berhasil mengamankan barang bukti AS berupa 1 unit HP Iphone type XR warna hitam dan 1 unit HP Iphone 5. Ikut juga diamankan petugas yaitu, 1 unit mobil Toyota Avanza, DK 1100 FQ warna abu-abu berikut STNK, 7 lembar hasil “Rapid Test” dan 7 lembar surat jalan dari Kepala Lingkungan Jero Kuta, Kelurahan Jimbaran, Kabupaten Badung, yang diduga palsu.

Kemudian, atas perintah Kapolres Jembrana lewat Kasat Reskrim Polres Jembrana melakukan pengembangan perkara, dengan cara bergerak cepat menuju wilayah Kuta, pada hari Minggu (9/5/21).

Berbekal informasi AS, petugas mencari MKA, pria kelahiran Jember, 4 September 1993 ini, yang menurut pengakuan AS berperan sebagai pembuat, sekaligus penjual surat “Rapid Test”.

Akhirnya, pada pukul 05.00 WITA, petugas berhasil mengamankan MKA yang telah membantu AS, untuk membeli surat “Test Rapid Sars Vov-2 Negatif, yang diduga palsu.

Dari hasil interogasi petugas, MKA mengaku membeli surat keterangan “Rapid Test” dari Robi Hafid Hindawan (RHH). Diketahui RHH, pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 29 Juli 1999 ini, berperan sebagai pembuat surat keterangan “Rapid Test”, yang diduga palsu dan diketahui, berprofesi sebagai pegawai “Home Credit Finance”.

Dihadapan petugas, RHH mengakui perbuatannya telah membuat surat “Test Rapid Sars Vov-2 Negatif yang diduga palsu.

Dari tangan RHH, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 unit laptop Asus TUP+charger, 1 unit scanner printer merek HP, 1 kotak amplop, 1 unit HP Iphone type XR warna merah, 1 unit HP Samsung A51 warna hitam, 1 buah stempel beserta bantalan dan 4 lembar suket hasil “Rapid Test” diduga palsu, yang baru dicetak beserta 1 buah kartu ATM BCA beserta uang tunai sejumlah seratus ribu rupiah (Rp.100.000,00).

Sementara, petugas juga mengamankan barang bukti MKA berupa 1 unit HP Readmi 3 warna hitam dan uang tunai sejumlah dua ratus ribu rupiah (Rp. 200.000, 00).

Atas pengakuannya, selanjutnya, petugas langsung mengamankan pelaku, berikut barang bukti ke Polres Jembrana, guna proses lebih lanjut.

Pelaku melanggar tindak pidana dan dikenakan pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP atau pasal 268 ayat (1) KHUP tentang pemalsuan surat atau membuat surat keterangan dokter yang diduga palsu. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here