JBM.co.id, Denpasar – Intimidasi terhadap wartawan kembali terjadi. Wartawan Sumseljarakpos.com, Marsidi, pada Sabtu (1/5) sekitar pukul 02.00 WIB, menerima ancaman dari oknum Kepala Desa Lubuk Semantung, Belida Darat berinisial H.

Menurut informasi, ancaman tersebut dilakukan H, karena merasa terusik dengan berita yang ditulis Marsidi terkait BLT DD.
Pemimpin Redaksi www.Sumseljarrakpos.com, Muhamad Nasir, menjelaskan bahwa ancaman yang disampaikan kepada wartawannya cukup mengerikan.

Mendengar rekamannya rasanya seperti diteror, “Ada kata-kata akan mencincang anak istri. Akan menyuruh orang membelah kepala wartawan kami,” jelas Nasir.

Ancaman itu terkait berita yang pernah ditulis wartawannya yaitu Tindakan Kepala Desa Lubuk Semantung, Belida Darat, inisial H, yang diduga melakukan penyunatan dana BLT DD bagi warga desanya. Berita itu memang dimuat di www.sumseljarrakpos
Dijelaskan Nasir telepon ancaman itu pun diterima wartawannya, Marsidi pada Sabtu (1/5) pukul 02.00.

Waktu yang mungkin kurang etis untuk berteleponan. “Karenanya, wartawan kami pun, hanya mengiyakan dan tidak banyak komentar,” tambah Nasir
Dan Sabtu (1/5) ancaman yang disampaikan Kades H via telepon pada wartawannya , dilaporkan ke Polsek Lembak. Saat itu diterima oleh petugas yang piket dan disarankan untuk melapor kembali pada Senin (3/5).

Mensikapi hal itu, Nyoman Sarjana, salah satu pemimpin media JBM sekaligus Ketua DPD Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) mengecam keras intimidasi tersebut.

Kata Sarjana, teror dan ancaman pembunuhan terhadap wartawan sumseljarakpos harus diusut tuntas oleh polisi.

“Teror terhadap wartawan mengancam kemerdekaan pers dan sangat membahayakan demokrasi. Ini tidak bisa dibiarkan dan harus diusut tuntas,” kata Sarjana.

Sarjana mengatakan, terkait pemberitaan, bila terjadi kekeliruan dalam pemberitaan, masyarakat bisa menempuh mekanisme hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Tindakan mengintimidasi, doxing, teror, bahkan melakukan ancaman pembunuhan adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan kepada siapapun. Tindakan keji ini tidak boleh dibiarkan. Kami mendorong Polri untuk segera memproses pelaku,” jelas Sarjana. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here