JBM.co.id, Karangasem – Rencana Ops Ketupat Agung 2021 akan dilaksanakan selama 12 hari dari tanggal 6 dengan 3 Pos yakni Pos Sekat bertempat di Yeh Malet, Pos Penyekatan di depan Polsek Padang Bai dan Pos Terpadu di Pelabuhan Padang Bai.

Sesuai peraturan pemerintah bahwa mudik lebaran tahun 2021 dilarang guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di kampung halaman para pemudik yang dapat menyebabkan daerah tersebut terjadi penularan secara cepat.

Selain itu juga Waka Polres Karangasem, Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, S.H., S.I.K., M.H, menyampaikan bahwa akan dibentuk pos penyekatan beberapa jalur tikus yang ada di Kabupaten Karangasem tepatnya di Perbatasan Yeh Malet untuk akses menuju pelabuhan Padang Bai guna mengantisipasi para pemudik yang berasal dari luar Provinsi masuk maupun ke luar wilayah Kabupaten Karangasem dan Bali pada umumnya.

“Secara umum Pelabuhan Padang Bai dalam keadaan normal kedua Dermaga berfungsi sebagai mana mestinya”, ujarnya.

“Sebelum melaksanakan Ops Ketupat Agung 2021 Kepolisian juga sudah melaksanakan Ops KRYD yakni pengetatan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik lebaran tanpa menggunakan Prokes dimasa Pandemi Covid-19”, tambah Waka Polres Karangasem.

Berkaitan dengan malam Takbiran dirinya belum menerima surat edaran dari pemerintah pusat. “Kita antisipasi bersama-sama dalam giat tersebut”, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1623/Karangasem juga menyampaikan, “sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat tidak ada Mudik Lebaran tahun 2021 Pihak pemerintah akan melaksanakan pengetatan di seluruh titik”.

Berkaitan Perayaan Sholat Idul Fitri pemerintah pusat belum mengeluarkan izin mengingat kita belum terlepas dari Pandemi Covid-19 apabila pelaksanaan Sholat di izinkan agar tetap menggunakan Prokes, bilamana pemerintah tidak mengizinkan diharapkan tidak dilaksanakan demi kenyamanan bersama.

Dirinya dari pihak TNI siap membantu pihak Kepolisian dalam pelaksanaan Ops Ketupat Agung 2021.

Ketua MUI Kab. Karangasem dalam kesempatannya juga menyampaikan Kementrian Agama (Kemenag) melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 menetapkan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan protokol kesehatan ketat.

Namun, terdapat pengecualian sebagaimana dalam ketetapannya. melakukan perubahan terhadap SE Nomor 3 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021. Perubahan tersebut tertuang dalam SE No 4 Tahun 2021.

Dalam SE tersebut diputuskan bahwa pelaksanaan sholat Idul Fitri 2021 boleh dilakukan di masjid atau lapangan terbuka. Selama ibadah wajib menerapkan protokol kesehatan ketat.

Instansi lain juga menyatakan siap membantu kepolisian dalam menyambut perayaan Idul Fitri, seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Kasat Pol PP, Syahbandar dan Basarnas Kabupaten Karangasem.

Giat tersebut dilaksanakan di Aula Dhira Brata Polres Karangasem, pada Sabtu, (1/5/21). (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here