JBM.co.id, Denpasar – Pengurus Daerah Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PD PDDI) Provinsi Bali dibawah pimpinan Ketut Pringgantara, menjadi satu-satunya wadah organisasi, yang berhasil mengumpulkan 270 orang penerima “Satya Lencana Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Untuk merajut kembali tali kasihnya, dengan memberikan penghargaan atas dedikasi yang besar, dalam aksi sosial dan kemanusiaan, dalam kegiatan bertajuk “Berbagi tali kasih bersama penerima “Satya Lencana Presiden RI Joko Widodo, bertempat di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa no.63 A, Denpasar, Sabtu, (1/5/21).

Turut hadir, Direktur Utama Bali TV, ABG. Satria Naradha, Ibu Owner Bali TV, Anak Agung Sri Utari Satria Naradha, Ketua UTD Provinsi Bali, dr.Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., Donatur Beras Asli Bali, Maria Wijaya dan perwakilan Yayasan Piramid Sosial Meditasi, Ida Bagus Gede Widnyana, ST.

Dalam sambutannya, Ketua PD PDDI Bali, Ketut Pringgantara mengungkapkan bahwa, “Kami ibarat pohon, hanya ada di akar pohon, yang tidak menampakkan diri keatas, apalagi berdiri dengan membawa mikrophone seperti saat ini, karena kami adalah senyap, yang selanjutnya, “Kami berjuang dengan sepenuh hati, untuk memenuhi kuota darah yang ada di beberapa rumah sakit di Bali,” tutur Ketut Pringgantara.

“Bapak/ Ibu yang hadir disini adalah “Pahlawan-Pahlawan Nasional yang hebat sekali, yang telah menerima “Satya Lencana Presiden dengan DDS (Donor Darah Sukarela) lebih dari 100 kali, bahkan, ada dua orang yang telah 200 kali berdonor darah,” tutur Ketut Pringgantara, dengan penuh semangat.

Ketua PD PDDI Bali, Ketut Pringgantara didampingi Sekjen PD PDDI Bali, I Wayan Gede Suardana dan Dr. Ir. Gede Suarta, M.Si., selanjutnya, menyampaikan bahwa,
” PDDI Bali melakukan dua agenda besar, pada hari ini, (1/5/21), yaitu memberikan penghargaan pada para pendonor Indonesia yang telah menerima “Satya Lencana dari Bapak Presiden Republik Indonesia, sekaligus melakukan kegiatan donor darah, yang diikuti 150 pendonor darah dari berbagai kalangan, semacam Polri, TNI, elemen masyarakat “Keris Bali” dan komponen masyarakat lainnya,” kata Ketut Pringgantara.

Menurutnya, Ketut Pringgantara menambahkan, “Para penerima Satya Lencana Presiden Jokowi berasal dari beberapa angkatan, ada yang telah sepuh atau lama, yang dikumpulkan semuanya, berjumlah 270 penerima Satya Lencana di Wantilan Bali TV, yang tujuan besarnya, agar para generasi muda memahami, bahwa para penerima Satya Lencana Presiden, yang mendonasikan darahnya lebih dari 100 kali, telah berbakti dan berbuat banyak demi Bangsa dan Negara, yang utamanya, untuk kepentingan masyarakat luas,” bebernya.

“Pada hari ini, adalah hari yang sangat bersejarah bagi PDDI Bali, yang dijelaskannya, bahwa, PDDI adalah Perhimpunan Donor Darah Indonesia Provinsi Bali, yang patut disampaikan pada masyarakat luas, utamanya, masyarakat awam bahwa, para pendonor Indonesia yang sehat, cerdas, berbudaya dan berkarakter itu, memiliki wadah, yang namanya PDDI, yaitu Perhimpunan Donor Darah Indonesia,” ujar Ketut Pringgantara.

Selain itu, dalam rangkaian HUT Bali TV ke-19, Bali TV bekerjasama dengan PDDI Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial berupa donor darah yang saat ini, sangat dibutuhkan, karena, musim Vaksin dan juga musim Covid-19. Sementara, disatu sisi terjadi paceklik darah.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bali TV, ABG. Satria Naradha didampingi Ibu Owner Bali TV, Anak Agung Sri Utari Satria Naradha sangat mengapresiasi kegiatan PDDI Bali, dalam melakukan aksi donor darah dan mengucapkan selamat serta terima kasih atas keberadaan PDDI Bali, yang tiada henti-hentinya, memberikan edukasi sosial pada masyarakat, akan pentingnya berdonor darah,” tutur Satria Naradha.

“Dalam situasi apapun, Kita melakukan langkah bersama, dalam aksi sosial dan kemanusiaan, khususnya, ajaran cinta kasih terhadap sesama, bagi mereka yang memerlukan bantuan darah,” imbuhnya.

Selain disupport perwakilan Yayasan Piramida Sosial Meditasi, Ida Bagus Gde Widnyana, ST., dua agenda kegiatan besar, yang dilakukan PDDI Bali, juga didukung
Donatur Beras Asli Bali, PT. Indo Jaya Sembako Abadi, Maria Wijaya, yang menyumbangkan berasnya untuk para pendonor darah.

Lebih lanjut, imbuh Maria Wijaya, usaha berasnya berlokasi di Jimbaran, Kabupaten Badung, dengan memproduksi beras di daerah Petang, Kabupaten Badung, yang beras asli produksi Bali tersebut, telah lulus dan mendapatkan izin resmi dari Dinas Pangan Provinsi Bali dan juga Keptan.

“Saat ini, Kami berdonatur beras untuk menyokong kegiatan donor darah dari PDDI Bali,” tandas Maria Wijaya.

“Kita support beras asli Bali untuk kegiatan PDDI Bali, dengan memproduksi beras lokal Bali, agar produk lokal Bali dicintai masyarakat Bali.

Selama kegiatan PDDI Bali, “Kami telah menyumbangkan lebih dari 1000 kantong beras asli Bali, yang nantinya, akan dilakukan ke daerah-daerah Kabupaten lainnya di Bali, dengan terus mensupport kegiatan PDDI Bali, khususnya, untuk para pendonor darah, yang diberikan beras, misalnya, agenda berikutnya di daerah Singaraja, Klungkung, Tabanan dan wilayah lainnya di Bali, serta program lainnya PDDI Bali, seperti “Goes to Campus”, “Goes to Mall” dan juga “Goes to Pers”, Kami siap mensupport kegiatan donor darah PDDI Bali, saat agenda berikutnya, ” ujar Maria Wijaya.

Sementara, Sekretarisnya, Ibu Sri menambahkan bahwa, dari awal ingin mengembangkan produk lokal, yaitu beras dari petani Petang, Bali untuk diangkat ke wilayah Bali.

“Kita memiliki petani yang begitu besar, sepatutnya, tidak baik mengimpor beras dari luar pulau Bali.

Jadinya, mengangkat produk petani lokal Bali, yang diwacanakan, sejak awal, karena, patut disadari bahwa, kebutuhan pangan sangat pokok sekali, terutama kebutuhan akan beras, yang dimilikinya, dengan nama brand tersendiri “Beras Abadi”,” paparnya.

Selain itu, kegiatan PDDI Bali, juga disupport PT Inper, yang melalui Rizdky didampingi Jack dan Wisnu turut serta menyumbangkan produk andalannya berupa “Hand Sanitizer”. Menurutnya, produk unggulannya berupa distribusi alat kesehatan, khususnya, “Hand Sanitizer”, yang istimewanya, merupakan satu-satunya, “Hand Sanitizer”, yang memiliki kandungan alkohol berstandar WHO,” ujarnya.

Mengingat kondisi seperti saat ini, PDDI Bali dibawah pimpinan Ketut Pringgantara tampil terdepan, bahkan pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat, utamanya dari Polri dan TNI, serta juga elemen masyarakat lainnya, seperti “Keris Bali”, dan juga masyarakat luas, yang tujuan besarnya adalah membantu para pasien yang memerlukan darah di beberapa rumah sakit di Bali,” papar Ketut Pringgantara.

Ketut Pringgantara juga mengatakan, pada kesempatan yang berbahagia ini, pihaknya dapat bertatap muka dan “Metembang Wirasa” dengan komponen masyarakat lainnya beserta juga insan pers, yang tugas besarnya adalah mempersatukan mereka, saat musim pandemi ini, untuk meningkatkan kualitas darah, sekaligus meningkatkan kuota darah, yang dibutuhkan di tiap-tiap rumah sakit besar di Bali, yang tiap harinya, dibutuhkan sekitar 160 kantong darah. Selanjutnya, pihaknya terus berupaya mencapai target itu, sehingga kuota darah dapat dicapai,” pintanya.

“Untuk di Sarbagita, yang dibutuhkan itu, sekitar 160 kantong darah tiap hari, dalam kondisi normal. Namun, saat musim paceklik darah seperti saat ini, diupayakan, agar kuota darah dipenuhi, minimal setengahnya. Itu menjadi tugas besar kita bersama,” jelas Ketut Pringgantara.

Oleh karena itu, lewat peran media beserta rekan-rekan pers, Ketut Pringgantara mengajak insan pers,”Mari kita beritakan atau siarkan berita baik ini, pada masyarakat luas.

Pihaknya juga berharap agar, kerjasamanya bersama rekan-rekan pers dan mengajaknya, “Ayo kita beritakan kegiatan donor darah yang baik ini, jangan sampai takut berdonor, saat musim pandemi Covid-19, karena, darah sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat luas,” ungkap Ketut Pringgantara.

“Kemudian, yang belum bervaksin, silakan berdonor dan bagi mereka yang telah bervaksin kedua, selama 14 hari berikutnya, “Silakan berlomba-lomba, untuk datang membantu Saudara Kita, yang saat ini, sedang sakit di beberapa rumah sakit, agar mendonorkan darahnya demi aksi kemanusiaan,” kata Ketut Pringgantara, menandaskan. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here