JBM.co.id,Jakarta – Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara RI, Tubagus Rahmad Sukendar , meminta pemerintah mempercepat realisasi KUR (Kredit Usaha Rakyat). Menurutnya, KUR akan mampu menggairahkan pembiayaan UMKM sehingga mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Di saat pandemi, mayoritas omzet dari pelaku UMKM turun. Dengan adanya realisasi KUR tentunya menjadi angin segar bagi UMKM. Mereka bisa berproduksi kembali dan bisa semakin bertahan di masa sulit ini,” kata Tb Rahmad Sukendar , Sabtu (01/5/2021).

Oleh karena itu, Sosok pria asal Banten itu berharap KUR dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku UMKM. Apalagi suku bunga KUR yang rendah tidak memberatkan dalam mengembalikan modal.

“Ini menjadi potensi yang baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil. Apalagi sekitar 60% PDB dibentuk UMKM,” katanya.

Agar cepat terealisasi, Tb Rahmad menyarankan pemerintah melakukan kolaborasi dengan lembaga-lembaga keuangan kecil di daerah.

“Jadikan mereka mitra bagi UMKM dan dorong agar mereka juga menghidupkan kembali sektor-sektor lainnya. Kita juga berharap skala prioritasnya diberikan kepada pelaku usaha ultra mikro yang pemodalannya sangat kecil. Sektor ini sangat perlu dibantu pembiayaannya,” kata alumnus Universitas Respati Indonesia itu.

Bagi Ketua Umum BPI KPNPA RI yang juga menjabat Ketua Garda Inti Paquron Jalak Banten Nusantara dan memiliki Anggota di seluruh indonesia ada sekitar 3 juta anggota PJBN dan suatu Kehormatan atas hadir nya YBPI Foundation ( Yayasan Badan Peneliti Independen ) itu, berbagai indikator ekonomi makro mulai menunjukkan kebangkitan.

Penjualan ritel naik, penjualan mobil signifikan setelah adanya kebijakan relaksasi PPnBM dan ekspor mulai meningkat.

“Pemerintah harus menjaga momentum ini dengan baik. Sehingga ekonomi Indonesia lebih cepat pulih,” ujarnya.

Tahun ini, target KUR naik menjadi Rp 253 triliun, dengan suku bunga KUR rendah hanya 3%. Subsidi bunga KUR juga diperpanjang sampai Desember 2021. Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here