JBM.co.id, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin resmi dicegah ke luar negeri selama 6 bulan hingga 27 Oktober 2021 mendatang.

Perintah pencegahan terhadap politisi Partai Golkar tersebut, menurut sumber di Ditjen Imigrasi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Azis dicegah keluar negeri terkait kasus suap wali kota Tanjung Balai ke penyidik KPK.

Dikutip dari CNN Indonesia, Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Arya Pradhana Anggakara, membenarkan pencekalan terhadap Azis Syamsudin.

“ Benar, cegah berlaku selama enam bulan,” kata Arya, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (30/4).

Masih dikutip dari CNN Indonesia, Plt. Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri, membenarkan jika pihaknya sudah meminta menerapkan cegah kepada tiga orang terkait kasus ini, termasuk diantaranya Azis Syamsudin.

Permintaan cegah tersebut, kata Ali Fikri terkait dengan kelancaran pemeriksaan dan pencarian barang bukti.

“ Langkah pencegahan ke luar negeri ini, tentu dalam rangka kepentingan percepatan pemeriksaan dan menggali bukti-bukti lain, agar pada saat diperlukan untuk dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia,” terangnya.

Sebelumnya, nama Azis Syamsudin disebut-sebut mengenalkan dan mempertemukan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial dengan penyidik KPK Stephanus Robin Pattuju di kediamannya.

Dalam pertemuan tersebut, Syahrial menyerahkan sejumlah uang kepada Stephanus dengan harapan kasusnya di KPK dihentikan. Terkait kasus ini, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. (Red/Jbm)

Sumber : CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here