JBM.co.id, Karangasem – Petugas memperketat pintu masuk Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem jelang larangan mudik Lebaran 2021.

Pantauan, suasana penumpang dan pengendara yang hendak menyeberang di Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) nampak lengang. Sebelum masuk kapal penyeberangan, sejumlah penumpang diperiksa ketat di pintu masuk untuk memenuhi persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN). Pemeriksaan diberlakukan dua pekan sebelum dan sesudah larangan mudik.

Kepala KSOP Pelabuhan Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin didampingi I Nyoman Agus Sugiarta selaku Kordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Padangbai BPTD Wilayah XII Bali-NTB menjelaskan, pengetatan syarat penumpang penyeberangan akan difokuskan pada hasil rapid test antigen.

“Upaya ini pencegahan penyebaran virus corona sesuai dengan instruksi pemerintah pusat,” terang KSOP Suyasmin, Rabu (28/4) sore.

Menurutnya, buntut larangan mudik ini, sampai saat ini belum terlihat peningkatan arus penumpang.

“Situasi penyeberangan hingga saat ini normal, bahkan cukup lengang,” imbuhnya.

KSOP Suyasmin merinci, ketersediaan armada kapal penyeberangan Padangbai-Lembar sebanyak 26 armada. Meski begitu, saat ini enam (6) kapal masih dalam kondisi perbaikan.

“Jadi, hanya 20 armada kapal beroperasi melayani penyeberangan,” ungkapnya.

Peniadaan Mudik Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Covid-19 selama Bulan Ramadhan 1442 H tahun 2021 sebut KSOP Suyasmin, tertuang tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Adendum ini, mengatur tentang pengetatan persyaratan PPDN di masa sebelum 22 April – 5 Mei dan sesudah peniadaan Mudik 18-24 Mei mendatang.

“Ya, terbitnya SE Satgas Penanganan Covid ini, tentunya untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan masyarakat yang berpotensi meningkatkan penularan Covid-19, pada masa sebelum dan sesudah pelarangan mudik diberlakukan,” tandasnya.

Seperti apa aturan pengetatan persyaratan PPDN di masa sebelum dan sesudah Peniadaan Mudik?

Mudik Lebaran 2021 resmi dilarang oleh pemerintah. Larangan ini dikeluarkan demi mencegah penyebaran COVID-19 di berbagai daerah.

Dalam Surat Edaran Mudik Lebaran 2021 larangan mudik diperketat dan diperpanjang dari 22 April sampai 22 Mei 2021. Padahal sebelumnya larangan mudik ini berlaku 6-17 Mei 2021.

Dari larangan yang semakin ketat ini pemerintah telah menentukan kriteria, larangan, hingga sanksi di empat (4) sektor seperti darat, laut, udara dan kereta api.

Berikut daftar angkutan yang dilarang untuk mudik:

Pertama, kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang. Lalu, kendaraan bermotor perorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus dan sepeda motor serta kapal angkutan sungai, danau atau penyeberangan.

Nah, disamping itu pemerintah memberlakukan pengecualian untuk perjalanan peniadaan mudik ini antara lain untuk perjalanan dinas bagi ASN, pegawai BUMN, BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya.

Pun, kunjungan keluarga yang sakit, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia.

Kemudian, ibu hamil dengan satu orang pendamping. Selanjutnya kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, serta pelayanan kesehatan yang darurat.

Sementara, bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan, tidak memenuhi persyaratan melakukan perjalanan, itu akan diputar balik. Khusus pada kendaraan travel akan dilakukan tindakan tegas oleh kepolisian baik berupa penilangan atau sesuai UU yang ada. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here