JBM.co.id, Kerobokan – Kakanwil Jamaruli Manihuruk Usulkan 291 WBP Lapas Kelas II A Kerobokan Dapatkan Remisi Hari Raya Idul Fitri dan Waisak Tahun 2021

Acara puncak peringatan “Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 Tahun 2021”
dilaksanakan di Aula Ardha Chandra, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan, Badung, Bali, pada hari Selasa, (27/4/21).

Puncak peringatan ini, dipusatkan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Jakarta dan diikuti secara daring oleh seluruh Kantor Wilayah serta Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM seluruh Indonesia, termasuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali.

Acara ini, juga mendatangkan pembicara Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Prof. Mahfud MD., yang menyampaikan bahwa, Pemasyarakatan saat ini, diyakini bersama sebagai sebuah “Tools Nation Building” dan “Character Building”, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Presiden Soekarno, pada Konferensi Lembang tahun 1964 dan mengandung makna bahwa, Pemasyarakatan dituntut untuk mampu membangun kapasitas pribadi para pelanggar hukum,
agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam pendekatan Sistem Pemasyarakatan, membangun kapasitas tersebut, dilaksanakan melalui pembinaan yang berkesinambungan, sistematis dan terarah, dengan mengedepankan perlakuan yang manusiawi dan menghormati hak-hak mereka sebagai manusia.

Puncak Peringatan “Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57”, tergolong istimewa, karena, dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Suprapto beserta staf jajarannya.

Selain itu, juga hadir Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A, Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, Amd.IP.SH.MH., beserta seluruh pejabat struktural di lingkungan Lapas Kelas II A Kerobokan.

Acara terasa istimewa, yang ternyata, Kakanwil Jamaruli Manihuruk melakukan pemotongan “Nasi Tumpeng”. Walau digelar secara sederhana, namun, terasa spesial, karena, potongan “Nasi Tumpeng” oleh Kakanwil Jamaruli Manihuruk diserahkan kepada Kalapas Fikri Jaya Soebing.

Pada kesempatan berbahagia tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Suprapto dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, Amd.IP.SH.MH., mengungkapkan bahwa, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan bagian terakhir dalam proses penegakan hukum.

“Tentunya, ini merupakan suatu kesempatan, untuk mengetahui lebih jauh, fungsi serta peranan Lapas sebagai bagian terakhir, dalam proses penegakan hukum. Jadi, dari pihak Kepolisian, berlanjut ke Kejaksaan, diteruskan ke pihak Pengadilan, yang ada Hakimnya disana, hingga akhirnya bermuara pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),” tutur Kakanwil Jamaruli Manihuruk.

Lebih lanjut Kakanwil Jamaruli Manihuruk mengungkapkan bahwa, pihaknya mengapresiasi Kepolisian, khususnya Polda Bali, terkait kegiatan titik sambang, yang dilakukan di semua Lapas dan Rutan yang ada di Bali, untuk
melakukan pengecekan serta pengawasannya,” jelasnya.

“Dengan adanya titik sambang mengisyaratkan, Lapas terbuka dalam pengawasan, sehingga tidak ada yang ditutup-tutupi, dalam
pengawasan,” bebernya.

Beliau juga berharap, melalui peringatan “Hari Bhakti Pemasyarakatan” ini, Pemasyarakatan dapat lebih berperan aktif, dalam memasyarakatkan kembali atau reintegrasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang ada didalam Lapas. Selama menjalani pidana didalam Lapas, WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), juga akan dibekali skill atau keterampilan, yang bertujuan untuk
mempersiapkan WBP/ Narapidana, agar dapat berinteraksi kembali ke tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, sehingga tidak ada keinginan, untuk mengulangi tindak pidana, yang dilakukan sebelumnya,” papar Kakanwil Jamaruli Manihuruk.

Selanjutnya Beliau juga menjelaskan, mengenai program asimilasi dan remisi yang dapat diperoleh WBP/Narapidana selama menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan, sebanyak 799 (tujuh ratus sembilan puluh sembilan) orang, diusulkan untuk mendapatkan Remisi Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021,” ungkapnya.

“Kami, Kantor Wilayah Bali, mengusulkan sebanyak 291 orang WBP/Narapidana di Lapas Kelas II A Kerobokan mendapatkan remisi Hari Raya Idul Fitri tahun 2021, dari total keseluruhan se-Bali sebanyak 799 orang diberikan remisi. Sementara, untuk Narapidana yang mendapatkan remisi Hari Raya Waisak tahun 2021, totalnya 2 orang, yang salah satu WBP berasal dari Lapas Kelas II A Kerobokan dan satunya lagi, WBP dari Lapas Narkotika Kelas II A Bangli.

Masing-masing, diusulkan, untuk mendapatkan remisi Waisak 1 bulan 15 hari, dalam kasus Narkotika dan merupakan WNA asal Jepang dan Taiwan,” paparnya.

Sementara, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, Amd.IP.SH.MH., menyatakan, bahwa, “Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57”, menjadi momentum penting yang dilaksanakan, setiap tanggal 27 April, setiap tahunnya. “Peringatan ini, merupakan sebuah refleksi perjalanan panjang Pemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” ungkap Kalapas Fikri Jaya Soebing.

Selanjutnya, Kakanwil Jamaruli Manihuruk mengungkapkan bahwa, “Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 pada tahun 2021, berbagai rangkaian
kegiatan telah dilaksanakan diantaranya, pelaksanaan razia pada Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia, yang dilaksanakan, secara serentak, pada tanggal 5 dan 6 April 2021,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kakanwil Jamaruli Manihuruk memaparkan, kegiatan ini, ditujukan, dalam rangka meningkatkan kegiatan “Deteksi Dini”, untuk meminimalisir dan memberantas peredaran narkoba serta HP didalam Lapas dan Rutan, serta dimaksudkan, untuk menunjukkan bahwa, Kementerian Hukum dan HAM Bali, khususnya Pemasyarakatan, pada Lapas maupun Rutan, memiliki komitmen serta bersungguh-sungguh dalam menyatakan perang melawan narkoba,” tegasnya.

“Kami, Kementerian Hukum dan HAM Bali bekerjasama dengan Polri, BNN, dan TNI dalam melaksanakan kegiatan ini. Bahkan, di beberapa daerah, turut memimpin Razia yaitu, Kapolres Badung, Kapolres Bangli, Kepala BNN Kabupaten Badung dan beberapa Kepala BNNK, serta masing-masing Kasdim,” tutur Kakanwil Jamaruli Manihuruk.

Dijelaskannya, kegiatan lain, yang dilaksanakan adalah “One Day One Prison Product”, yang dimaksudkan, untuk mendorong produktivitas hasil karya dari Lapas maupun Rutan, untuk dipasarkan dan dijual, dimana seluruh pegawai Pemasyarakatan diwajibkan, untuk membeli hasil karya narapidana,” ujarnya.

Selain itu, juga diadakan kegiatan seperti, donor darah, bakti sosial, webinar, dan Smart Fest 2021, yang dimaksudkan, untuk menggali potensi seni dan bakat yang dimiliki oleh anak, pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak,” pungkasnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here