JBM.co.id, Kerobokan Badung – Disela-sela memperingati puncak upacara “Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57, bertempat di Aula Ardha Chandra, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan, pada hari Selasa (27/4/21).

Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Min Kamtib), I Made Apong Adi Sanjaya, Amd.IP.SH.MM., saat dikonfirmasi awak media, mengungkapkan bahwa, daya tampung hunian WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan)/ Narapidana yang ternyata, melebihi kapasitas (Over Kapasitas) hingga 500% di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan.

Selanjutnya, Kasi Min Kamtib, I Made Apong Adi Sanjaya, Amd.IP.SH.MM., mendukung pernyataan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Suprapto serta Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, Amd.IP.SH.MH., yang mengambil kebijakan dengan memberikan “Asimilasi” dan “Remisi” terhadap WBP/Narapidana, untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Lebih lanjut, Kasi Min Kamtib, I Made Apong, yang baru bertugas sekitar 3 bulan di Lapas Kelas II A Kerobokan ini, mengakui, telah terjadi over kapasitas hingga 500%, yang seharusnya kapasitas ideal daya tampungnya 325 orang WBP, malah terisi hunian 1592 orang WBP.

“Untuk Lapas Kerobokan terjadi sekitar 500% lebih over kapasitas, yang seharusnya kapasitas ideal 325 orang WBP, malah diisi 1592 orang WBP,” ungkapnya.

Selanjutnya, imbuhnya, “Mau tak mau, mendukung pernyataan Kakanwil Jamaruli Manihuruk yang mengungkapkan, pemberian “Asimilasi” terhadap WBP sebagai salah satu solusinya. Jadi, ada kebijakan seperti itu,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, Amd.IP.SH.MH., yang juga mendorong pemberian “Asimilasi” dan “Remisi”, terlebih, dalam suasana menyambut “Hari Raya Idul Fitri” dan “Hari Raya Waisak” tahun 2021.

“Kita tidak bisa membiarkan begitu saja, terjadi “Over Kapasitas” hingga di angka 500%. Jadi, pemberian “Asimilasi”, bukan hanya solusi pengamanan disekitar kita, akan tetapi, bertujuan pengamanan terhadap WBP itu sendiri, agar mereka selamat, terlebih masa pandemi Covid-19, yang sekaligus WBP dibina, agar memiliki bekal keterampilan yang berguna, untuk masa depannya,” bebernya.

Kasi Min Kamtib I Made Apong juga menambahkan, adanya pembinaan di dalam Lapas, dengan dibekali skill atau keterampilan, diharapkan, pihaknya bisa membantu WBP memiliki bekal keterampilan, agar saat kembali ketengah-tengah masyarakat, memiliki kesempatan untuk bekerja dan menambah penghasilan bagi dirinya dan juga berguna bagi keluarga beserta masyarakatnya.

Dengan berbekal keterampilan, imbuh Kasi Min Kamtib, I Made Apong, yang sebelumnya bertugas selama 2,3 tahun di Lapas Kelas II B Tabanan ini, diharapkan, WBP/Narapidana tidak memiliki keinginan, untuk kembali melakukan kejahatan atau perbuatan melanggar hukum,” tegas Kasi Min Kamtib, kelahiran Banjar Babakan, Gulingan, Mengwi, Badung.

Selain program “Asimilasi”, juga diberikan “Remisi” dalam menyambut “Hari Raya Idul Fitri” dan “Hari Raya Waisak” tahun 2021.

Menurutnya, WBP/Narapidana yang berhak mendapatkan “Remisi” di Lapas Kelas II A Kerobokan sebanyak 291 orang, dari total keseluruhan se-Bali berjumlah 799 orang WBP, memperoleh “Remisi”,” paparnya.

“Selain Hari Raya Idul Fitri tahun 2021, ada 1 orang WBP Lapas Kerobokan, juga berhak mendapatkan “Remisi”, dalam menyambut Hari Raya Waisak, hanya pada tahun 2021,” pungkasnya. (Red/Jbm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here